DetikNews
Sabtu 16 Februari 2019, 23:51 WIB

Politik SARA Masih Jadi Ancaman Jelang Pilpres 2019, Harus Diwaspadai

Audrey Santoso - detikNews
Politik SARA Masih Jadi Ancaman Jelang Pilpres 2019, Harus Diwaspadai Foto: Diskusi Pemilu Damai Tanpa Radikalisme, Intoleransi dan Terorisme (Dok. Istimewa)
Jakarta - Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menilai isu intoleran masih mewarnai ajang Pilpres 2019 yang tinggal sebentar lagi memasuki tahap puncak atau pencoblosan. Berita bohong atau hoax, kata Karyono, pun masih digunakan untuk mempengaruhi pemilih.

"Gerakan-gerakan intoleran, gerakan radikalisme, paham khilafah islamiah juga ikut menumpang dalam proses pemilu. Itu mengkhawatirkan. Jangan sampai mengganggu proses pemilu," ujar Karyono dalam diskusi Pemilu Damai Tanpa Radikalisme, Intoleransi dan Terorisme di Lentera Cafe, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2/2019).


Karyono menuturkan suasana pemilu damai saat ini belum terasa. Dia berharap masyarakat dewasa menghadapi pemilu yang tak hanya beragendakan pemilihan presiden, tetapi juga anggota legislatif. Hal itu diperlukan karena menentukan nasib bangsa ke depan.

"Harapan kami masyarakat dapat menyikapi pemilu ini dengan damai, aman, penuh kegembiraan. Tanpa ada gerakan yang bisa mengganggu pemilu dan menimbulkan keretakan sosial," ujar Karyono.

"Gerakan-gerakan intoleran, gerakan radikalisme, paham khilafah islamiah juga ikut menumpang dalam proses pemilu. Kemudian, kita sering kali melihat masih ada bendera HTI berkibar di dalam proses pemilu 2019 ini. Itu mengkhawatirkan, jangan sampai hal itu mengganggu proses pemilu," sambungnya.


Pada kesempatan yang sama Ketua Progres 98 Faisal Assegaf mendesak KPU sebagai penyelenggara pemilu, dan Polri sebagai aparat keamanan mengajak para peserta pemilu menyepakati terselenggaranya pemilu super damai. Faisal mengaku mendapatkan informasi adanya kelompok yang sengaja menebarkan hoax karena dianggap sebagai cara untuk menaikkan suara dalam Pemilu.

"Menurut saya sangat penting mendesak KPU dan Polri menarik peserta pemilu dalam pakta integritas pemilu damai. Kalau ini di posisi pemilu 2019 bukan sekedar pemilu damai, tapi super damai," ucap Faisal.
(fjp/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed