DetikNews
Jumat 15 Februari 2019, 23:26 WIB

Pihak Ponpes Harap Pelaku Pengeroyokan Santri di Sumbar Tak Ditahan

Jeka Kampai - detikNews
Pihak Ponpes Harap Pelaku Pengeroyokan Santri di Sumbar Tak Ditahan Ilustrasi pengeroyokan (dok detikcom)
Padang Panjang - Polisi sudah menetapkan 17 orang yang terlibat pengeroyokan rekan sesama santri hingga koma sebagai tersangka. Pihak pondok pesantren berharap mereka tak ditahan.

"Kami sudah dapat laporan dari polisi, ada 17 anak kami yang menjadi tersangka karena terindikasi melakukan sesuai tuduhan atau perbuatan yang dilaporkan. Kami berharap mereka tidak ditahan," kata pengawas Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Firmansyah, kepada detikcom.



Menurut Firman, pihaknya sudah mengirim surat permohonan agar ke-17 santri tersebut tak ditahan. Pihak Yayasan bersama seluruh pihak terkait, termasuk orang tua, bersedia menjadi penjamin.

"Bagaimanapun juga, anak-anak ini memiliki masa depan. Jadi kami dari sekolah berupaya untuk memberikan atau menyampaikan permohonan agar anak-anak ini tidak ditahan, tapi tetap dalam pembinaan dari Polres," katanya.

Pihak Ponpes mengaku kecolongan atas peristiwa tersebut. "Setiap hari anak-anak diawasi. Kami kecolongan. Mungkin ini bisa jadi introspeksi dan pembelajaran dari semua bidang terkait di dalam (Ponpes). Jadi memang harus kami rapatkan barisan untuk meningkatkan pengawasan, pemantauan, pengontrolan dan mendeteksi secara dini kalau memang ada hal-hal yang mencurigakan dari anak-anak di asrama," katanya, lagi.



Robi Alhalim, santri Pondok Pesantren Modern (PPM) Nurul Ikhlas Padang Panjang, kini terbaring dalam kondisi kritis di rumah sakit. Ia menjadi korban pengeroyokan rekan-rekannya di dalam asrama.

Pengeroyokan berlangsung selama 3 hari, yakni pada Kamis dan Jumat (7-8/2) dan Minggu (10/2). Kasusnya baru diketahui dan dilaporkan kepada polisi pada Selasa (12/2).

"Dari hasil gelar perkara, penyidik sampai pada kesimpulan untuk menetapkan ke-17 anak tersebut sebagai anak pelaku. Anak pelaku merupakan sebutan lain bagi tersangka dalam kasus yang melibatkan anak-anak, karena kita berpedoman pada UU Perlindungan Anak," kata Kasat Reskrim Polres Padang Panjang, Iptu Pol Kalbert Jonaidi.
(bag/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed