DetikNews
Jumat 15 Februari 2019, 18:37 WIB

Gerindra Bela CEO Bukalapak yang Minta Maaf Gegara 'Presiden Baru'

Arief Ikhsanudin - detikNews
Gerindra Bela CEO Bukalapak yang Minta Maaf Gegara Presiden Baru Achmad Zaky (detikINET/adi fida rahman)
Jakarta - CEO Bukalapak Achmad Zaky mengaku khilaf soal cuitan 'Presiden Baru' di akun Twitter pribadinya. Partai Gerindra menganggap cuitan Zaky tidak ada hubungannya dengan pilpres, melainkan hanya sebatas penyampaian fakta.

"Saya rasa, Achmad Zaky sampaikan realitas dan fakta tanpa ada hubungan dengan pilpres. Bahwa pada zaman sekarang, anggaran untuk R&D (research and development) kita memang rendah," ucap anggota Badan Komunikasi Partai Andre Rosiade kepada wartawan di Hotel Ibis Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (25/2/2019).


Dia menyebut anggaran untuk penelitian dan pengembangan di Indonesia hanya 0,9 persen dari APBN. Ini, klaim dia, tidak sesuai dengan visi pemerintah mendukung industri digital.

"Kalau tidak salah 2017, anggaran untuk research itu hanya 0,9 persen. Dari APBN 2017, Singapura 2,1 dari APBN yang sangat besarnya. Tentu, keberpihakan pemerintah kepada industri startup atau industri digital harus diwujudkan dana research," kata Andre.

Andre menyebut respons #UninstallBukalapak sebagai tindakan berlebihan atau lebay. Baginya, kritik kepada pemerintah adalah hal yang lumrah.

"Pernyataan Achmad Zaky itu tidak ada yang salah, hanya lebay saja kalau ada yang kecewa lalu viralkan #UninstallBukalapak. Biasa saja, kritik itu kan biasa saja," kata Andre.


Andre pun meminta Jokowi berbicara tentang anggaran penelitian dan pengembangan di Indonesia. Benar tidak apa yang disampaikan oleh Zaky.

"Coba Pak Jokowi ngomong, benar tidak anggaran research kita rendah. Jangan dari para pendukung saja. Tanya Pak Jokowi. Memang rendah dibanding negara lain di Asia Tenggara, Asia, bahkan dunia," ucap Andre.

Sebelumnya, Zaky menyebut omong kosong Industri 4.0 jika bujet research & development (R&D) Indonesia masih jauh dibanding negara lain. Dalam data yang dia sodorkan, Indonesia jauh tertinggal dari Singapura dan Malaysia.

"Omong kosong Industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin," tulis Zaky. Cuitan itu sudah dihapus Zaky.


Zaky sendiri sudah meminta maaf. Dia mengaku menyesal dan khilaf serta minta dibukakan pintu maaf selebar-lebarnya.

"Saya, Achmad Zaky, selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri Bukalapak, dengan ini menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial. Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya," ujar Achmad Zaky.


Saksikan juga video '#uninstallbukalapak Menggema, CEO Bukalapak Minta Maaf':

[Gambas:Video 20detik]



Gerindra Bela CEO Bukalapak yang Minta Maaf Gegara 'Presiden Baru'



(aik/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
>