DetikNews
Kamis 14 Februari 2019, 18:23 WIB

PKS Utus Tim Lawyer Dampingi Slamet Ma'arif Hadapi Kasus di Solo

M Guruh Nuary - detikNews
PKS Utus Tim Lawyer Dampingi Slamet Maarif Hadapi Kasus di Solo Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Ma'arif (Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta - PKS mengutus tim pengacara untuk membantu Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif menghadapi kasus dugaan pelanggaran pemilu. Ma'arif mengucapkan terima kasih secara langsung ke Presiden PKS Sohibul Iman atas bantuan hukum tersebut.

"Sebetulnya tidak khusus bicara itu, tapi ada juga pembicaraan. Dan terima kasih kawan-kawan dari PKS, Pak Presiden (Sohibul) tadi sudah secara resmi mengirimkan lawyer-nya, pengacaranya, tanda tangan untuk membantu persoalan saya," kata Ma'arif setelah bertemu Sohibul, di DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019).

PKS memang berjanji mengutus tim pengacara untuk membantu Ma'arif. PKS berjanji akan memberikan bantuan hukum secara maksimal.


Terkait kasusnya, Ma'arif seharusnya menjalani pemeriksaan pada Rabu (13/2) di Mapolda Jawa Tengah. Namun dia tak memenuhi panggilan tersebut.

"Kemarin saya tidak bisa hadir. Harusnya saya keluar kota tapi sakit, istirahat seharian hari Rabu," ujarnya.

Ma'arif mengaku belum mendapatkan jadwal pemeriksaan selanjutnya. Dia memastikan akan hadir dalam pemeriksaan yang dijadwalkan polisi.

Kalau ada panggilan kedua, insyaallah kita akan hadir, kooperatif, akan ditemani oleh kawan-kawan dari pengacara untuk dampingi saya, insyaallah," ucap Ma'arif.

Diberitakan sebelumnya, Ma'arif diduga melakukan kampanye saat dia menjadi pembicara dalam tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019. Slamet diduga melanggar Pasal 280 huruf a sampai j dan Pasal 276 ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Polri sendiri menyebut pemeriksaan Ma'arif diundur menjadi Senin (18/2). Permintaan pengunduran jadwal pemeriksaan, menurut Dedi, diajukan pihak pengacara Ma'arif.

"Info terakhir yang kami dapat pemeriksaan pada hari Rabu nanti minta dilakukan pada Senin. Hari Senin nanti akan dimintai keterangan di Polda Jateng," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/2).
(zak/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed