DetikNews
Kamis 14 Februari 2019, 17:47 WIB

Zizi Buktikan Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Berprestasi

Robi Setiawan - detikNews
Zizi Buktikan Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak Berprestasi Foto: dok Kemendikbud
Jakarta - Allafta Hirzi Sodiq atau akrab disapa Zizi unjuk kebolehan di Panggung Pancasila di tengah arena Pameran Pendidikan dan Kebudayaan. Tampil di atas panggung, Zizi membuktikan dirinya memiliki bakat yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Bocah yang terlahir sebagai tunanetra ini membawakan sebuah lagu karyanya sendiri yang berjudul 'Lupa tak Sempurna'. Lagu itu bercerita tentang kondisi fisiknya yang tak sempurna namun tak menghalangi untuk bahagia dan berterima kasih kepada kedua orangtua. Berikut penggalan liriknya:

Tak pernah ragu
Karena cinta untukku
Dari buaian ayah ibu
Sampai ku lupa aku rasa
Bahwa aku tak sempurna


Bukan hanya mampu menyanyi, bermain piano, dan membaca Alquran di atas panggung, bakatnya juga dibuktikan dengan beragam prestasi yang berhasil diraihnya, mulai dari tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Prestasi Zizi di antaranya Piala Emas Asia Art Festival di Young Siaw Singapura (2017), Diamond Award Indonesia National Piano Festival (2017), Juara 1 Nasional Menyanyi FLS2N ABK (2017), Penghargaan Multitalented Difable dari Departemen Kesejarahan RI Kemendikbud (2018), Juara 1 Lomba Literasi (Bercerita) tingkat Provinsi DKI Jakarta, Penghargaan Keluarga Hebat Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud (2018) dan Juara Literasi Nasional (2018).

Lebih lanjut ayah Zizi, Jafar Sodiq mengaku ia dan istrinya Nur Afifah sempat terpuruk dengan keterbatasan Zizi.

"Istri saya shock selama tiga tahun ketika dokter memvonis Zizi mengalami tunanetra," tutur Sodiq dalam keterangan tertulis, Kamis (14/2/2019).

Tapi lambat laun Sodiq dan Nur Afifah menyadari dan menerima kondisi Zizi. Mereka memfasilitasi dengan beberapa alat musik, salah satunya piano. Menurutnya Zizi bermain alat musik tanpa belajar secara khusus, hingga akhirnya mampu menguasai.

Zizi Buktikan Keterbatasan Bukan Alasan untuk Tidak BerprestasiFoto: dok Kemendikbud

Untuk menumbuhkan rasa percaya diri Zizi, Sodiq dan Nur Afifah tidak mengurungnya. Justru sebaliknya, sering mengajak putri mereka berjalan-jalan ke tempat umum. Sebelumnya ia juga telah menyiapkan mental Zizi bahwa kehadirannya akan memunculkan beragam komentar.

Hingga pada suatu hari Zizi mendapat kesempatan tampil dalam sebuah kompetisi piano. Bukan sebagai peserta tapi hanya mengisi. Sodiq ingin mengetahui sejauh mana kemampuan putrinya. Ternyata penampilan Zizi menarik perhatian, bahkan mendapatkan beasiswa kursus musik.

Setelah mengetahui memiliki potensi bermusik, Sodiq memfasilitasi Zizi yang bercita-cita menjadi dosen musik klasik. Kini sudah 3 tahun les musik piano klasik dan mencapai grade 6. Tak mudah bagi Zizi yang tunanetra belajar piano klasik.

"Pada grade 4 ujian teori nilainya dapat 0 (nol). Karena teori musik untuk tunanetra belum ada," ungkapnya.

Kemudian pada grade 5 Zizi mendapat buku teori. Buku itu lantas dialihkan ke huruf braille.

"Hasil ujiannya di atas rata-rata. Yang membuat kami makin bersyukur Zizi dianugerahi suara yang bagus," ujarnya.

Dengan segala prestasi yang bisa diraih Zizi hingga saat ini, Sodiq berharap para orangtua untuk bisa menerima apapun keadaan putra-putrinya. Lebih penting lagi memfasilitasi agar mereka bisa melanjutkan hidup secara mandiri dan berprestasi.


Tak hanya dalam musik, Zizi juga telah menyelesaikan belajar membaca Alquran hingga 30 juz. Di atas panggung dia lantas membacakan surat Al Kafirun.

Belum selesai sampai di situ, Zizi juga memamerkan kemampuannya mendongeng sambil diiringi piano. Dia membawakan Asal Mula Danau Toba. Menurut Zizi, kunci keberhasilannya adalah semangat pantang menyerah.

"Jangan lupa berdoa agar keinginan kita dikabulkan Allah," ucap Zizi.
(ega/prf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed