DetikNews
Kamis 14 Februari 2019, 15:25 WIB

Polri Kirim Data Bank dan Ponsel Nuryanto ke PDRM untuk Penyelidikan

Audrey Santoso - detikNews
Polri Kirim Data Bank dan Ponsel Nuryanto ke PDRM untuk Penyelidikan Foto: Bos tekstil asal Bandung, Nuryanto, di Selangor, Malaysia (Wisma Putra-detikcom).
Jakarta - Polri telah menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait kasus pembunuhan keji bos tekstil asal Bandung, Nuryanto, di Selangor, Malaysia. PPATK telah memberikan data transaksi keuangan Nuryanto kepada Polri, untuk selanjutnya diteruskan ke Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

"Kerja sama dengan PPATK untuk melihat jalur transfer keuangan korban," kata Sekretaris NCB-Interpol Indonesia Brigjen Napoleon Bonaparte di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (14/2/2019).

Napoleon menuturkan dari hasil pemeriksaan PPATK, didapat data transaksi keuangan pada rekening Bank Central Asia (BCA) milik Nuryanto. Saat ini Polri berkoordinasi dengan Interpol di Malaysia dan PDRM untuk memeriksa data keuangan Nuryanto itu.

"Bukti keuangan berupa transaksi di Bank BCA atas nama Nuryanto sudah kami dapat juga. Dari Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri akan berkoordinasi dengan Ses NCB Interpol di Malaysia dan PDRM," ujar Napoleon.


Selain itu, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri juga telah menyetorkan data rekam panggilan keluar-masuk atau call data record pada nomor ponsel Nuryanto ke Divisi Hubinter. Semua data tersebut akan diserahkan ke PDRM.

"Untuk percakapan, kami sudah dapat bukti percakapan. Nanti kami kirim bukti percakapan di ponsel korban ke PDRM," sambung Napoleon.


Untuk diketahui, PDRM tengah melakukan penyelidikan kasus pembunuhan disertai mutilasi dengan korban Nuryanto dan diduga Ai Munawaroh (dalam proses identifikasi DNA) di Sungai Buloh, Selangor, Malaysia. Hubungan keduanya adalah bos dan karyawan yang sedang melakukan perjalanan bisnis ke Negeri Jiran.

Saat ini baru identitas Nuryanto yang teridentifikasi sebagai korban pembunuhan sadis tersebut.

Nuryanto dan Ai dikabarkan hilang sejak 23 Januari 2019. Berawal dari kekhawatiran istri Nuryanto tak bisa menghubungi suaminya. Seiring dengan hilang kontaknya Nuryanto dengan keluarga di Bandung, tersiar berita penemuan tiga kantong jenazah berisi potongan tubuh manusia di tepi Sungai Buloh, Selangor, Malaysia pada 26 Januari 2019.


Setelah mengkonfirmasi ke PDRM, keluarga meyakini korban pembunuhan itu adalah Nuryanto. Nuryanto sebelumnya meminta izin pergi ke Malaysia untuk urusan bisnis dengan warga negara (WN) Pakistan yang tinggal di Malaysia.

Nuryanto meninggalkan Indonesia pada 17 Januari 2019. Kini PDRM telah menahan dua warga negara Pakistan bernama Javaid Iqbal Rakib dan Abas, yang merupakan teman bisnis Nuryanto. Mereka dicurigai sebagai pelaku pembunuhan tersebut.
(aud/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed