DetikNews
Rabu 13 Februari 2019, 15:15 WIB

Anak yang Dibanting Ayah Tiri Juga Dicabuli Setelah Meninggal

Matius Alfons - detikNews
Anak yang Dibanting Ayah Tiri Juga Dicabuli Setelah Meninggal Foto: Matius Alfons
Depok - Pra rekonstruksi kasus penganiayaan terhadap balita berusia 2 tahun oleh ayah tiri, Hari Kurniawan, mengungkap fakta baru. Korban tidak hanya mendapat penganiayaan fisik, tetapi juga diduga dicabuli oleh tersangka.

Hal ini terungkap dalam pra rekonstruksi yang digelar di rumah kontrakan tersangka di Cimpaeun, Tapos, Depok, Rabu (13/2/2019). Tersangka memperagakan pencabulan itu pada adegan ke-18.

Pada adegan itu, tersangka memperagakan adegan ketika membuka pampers korban karena korban buang air. Pada saat itulah, tersangka memasukkan jarinya ke kemaluan korban.

Tersangka mengakui melakukan itu setelah korban meninggal dunia. Namun tersangka menyangkal telah melakukan pencabulan.

"Enggak, cuma ngobel (meraba) doang. (Kondisi korban) udah meninggal," kata Hari.



Hari mengaku melakukan perbuatan itu karena kesal kepada istrinya, Eni (19). Dia juga mengaku mendapat bisikan.

"Bisikan, kesel sama bini," ucapnya.

Kasubag Humas Polresta Depok AKP Firdaus mengatakan, tersangka mengaku sempat melakukan pencabulan terhadap korban karena kesal dengan istrinya yang belum pulang ke rumah.

"Ya dari hasil pra rekonstruksi memang terlihat ketika pelaku ini bersihkan pampers, korban setelah meninggal dunia ada adegan pelaku ini memegang kemaluan dari korban. Nah kami sudah tanya pada penyidik dan sudah dituangkan dalam BAP, kenapa alasan yang bersangkutan memegang alat kelamin dan menurut yang bersangkutan adalah bahwa itu bukan bentuk pelecehan, tapi karena gemas dan kesal, karena ibu korban saat korban sudah meninggal tapi tidak pulang, ketika bersihkan kotoran di pampers, tersangka meremas kemaluan korban," jelas Firdaus.

Total ada 20 adegan yang diperagakan oleh tersangka dalam pra rekonstruksi tersebut. Dalam pra rekonstruksi itu, tersangka memperagakan adegan dari awal menganiaya korban hingga korban meninggal dunia.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed