DetikNews
Rabu 13 Februari 2019, 07:42 WIB

Dompu Berstatus KLB Virus Rabies, Lombok Waspada

Harianto - detikNews
Dompu Berstatus KLB Virus Rabies, Lombok Waspada Foto: AFP/Thomas Coex
Mataram - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakwan) Provinsi NTB mencatat dampak dari kasus rabies atau virus anjing gila di Kabupaten Dompu merebak hingga ke daerah sekitarnya. Lombok turut diperingati waspada.

"Rabies saat ini sudah masuk ke daerah perbatasan Dompu dan Sumbawa. Ada 3 yang digigit," kata Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB Hj Budi Septiani melalui sambungan WhatsApp, Rabu (13/2/2019).


Septiani menyatakan saat ini virus rabies merebak hingga ke daerah perbatasan sebelah barat Kabupaten Dompu, tepatnya di Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa.

Virus rabies itu dikhawatirkan juga menyebar hingga ke Pulau Lombok. Sebab, dari hasil pelacakan yang dilakukan Disnakwan di beberapa titik wilayah yang ada di Lombok, ditemukan juga warga yang kena gigitan anjing. "Untuk Lombok ada yang digigit tapi hasil uji lab, negatif. Namun harus kami tingkatkan kewaspadaan di Pulau Lombok," ungkapnya.

Adanya indikasi wabah rabies masuk ke Pulau Lombok, maka upaya antisipasi yang dilakukan pihak Disnakwan NTB adalah menjaga lalu lintas persebaran hewan yang berpotensi membawa virus yang mematikan tersebut. Upaya lainnya, yakni dengan cara vaksinasi.

"Menjaga lalu lintas di pelabuhan, itu ranahnya Karantina, pengendalian populasi hewan pembawa rabies dan vaksinasi anjing yang bertuan," ujarnya.

Dari data Disnakwan Dompu menyatakan, hingga Senin (11/2/2019), total jumlah warga yang meninggal dunia akibat virus rabies ini adalah 6 orang, sementara 619 warga lainnya terkena gigitan.


Kasus gigitan anjing itu tersebar di 8 kecamatan. Status KLB akibat adanya persebaran virus rabies itu membuat Pemkab Dompu melakukan vaksinasi dan telah mengeliminasi ribuan ekor anjing.

"Sampai saat ini jumlah anjing yang telah dieliminasi sebanyak 1.078 ekor yang tak bertuan yang kita duga mengandung rabies. Itu jumlah yang dicampur oleh laporan mandiri dari masyarakat. Jadi masyarakat juga mengeliminasi anjing liar," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Dompu Zaenal Arifin, Senin (11/2).
(aan/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed