DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 18:34 WIB

TKN Jokowi Minta Penggunaan PLTD Disetop Tahun 2030

Mochamad Zhacky - detikNews
TKN Jokowi Minta Penggunaan PLTD Disetop Tahun 2030 Anggota Tim Influencer TKN Jokowi-Ma'ruf, Roosdinal Salim. (M Zhacky/detikcom)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin meminta pemerintah secara bertahap mengurangi penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) pada 2030. Harapan TKN, pada 2030 PLTD tak lagi digunakan di Indonesia.

"Nah yang pasti tapi, yang saya akan ngotot ke Pak Presiden, ini tolong dicatat, saya akan minta Pak Presiden, 2030 itu namanya PLTD berhenti," kata anggota Tim Influencer TKN Jokowi-Ma'ruf, Roosdinal Salim, saat jumpa pers di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/2/2019).


Roosdinal menyebut saat ini PLTD banyak digunakan di pulau-pulau terluar di Indonesia. Menurutnya, ada dua alasan pemerintah harus menyetop penggunaan PLTD.

"Karena apa? (PLTD) itu mahal dan itu sangat merusak lingkungan. Nah itu PLTD banyak dipakai di pulau-pulau terluar. Kasihan kan orang kaya kita di Pulau Mentawai, kayak di Pulau Nias, kayak di Pulau Miangas. Semua, PLTD semua, kan kasihan mereka semua, sudah mereka mahal beli listriknya dan mencemarkan," jelasnya.

Anak mantan Menteri Lingkungan Hidup, Emil Salim, itu menilai waktu 11 tahun cukup untuk Indonesia melepas penggunaan PLTD. Roosdinal menuturkan banyak energi lain yang lebih baik untuk rakyat.

"Nah itu saya minta 2030. Apa penggantinya? Bisa dengan biogas, bisa dengan air, kan itu punya waktu, 11 tahun cukup untuk menyetop penggunaan PLTD," ujar Roosdinal.


Diberitakan sebelumnya, saat ini justru muncul wacana penggunaan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) pada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). Penggunaan CPO dinilai bisa mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Eksekufitf Institute for Essential Services Reform Fabby Tummiwa mengatakan, secara teknis, PLTD milik PT PLN bisa menggunakan bahan bakar nabati dari CPO. Agar CPO bisa digunakan sebagai bahan bakar PLTD, perlu dilakukan treatment khusus sehingga memiliki karakter seperti solar.

"CPO perlu dilakukan preheating atau dipanasi terlebih dahulu sehingga mencapai suhu tertentu. Jadi pada dasarnya dimungkinkan menggunakan CPO untuk beberapa PLTD," kata Fabby Tumiwa di Jakarta, ditulis Selasa (11/12).
(zak/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed