Urus Bonek, Walikota Surabaya Gelontorkan Rp 150 Juta

Urus Bonek, Walikota Surabaya Gelontorkan Rp 150 Juta

- detikNews
Kamis, 15 Sep 2005 16:49 WIB
Surabaya - Ribuan warganya bertolak ke Jakarta, Walikota Surabaya Bambang DH juga turut membantu. Dia menggelontorkan Rp 150 juta untuk mengurus para bonek (bondo nekat) yang akan menyaksikan perjuangan Persebaya di Jakarta. Bantuan Rp 150 juta ini dikucurkan Bambang DH kepada Yayasan Suporter Surabaya (YSS). Yayasan inilah yang mengurus para bonek yang berangkat ke Jakarta melalui Stasiun Pasar Turi, Surabaya. Sekitar pukul 15.10 WIB, Kamis (16/9/2005), KA Kertajaya yang membawa sekitar 400 bonek meninggalkan Stasiun Pasar Turi. Para bonek ini dikawal oleh sekitar 20 koordinator wilayah (Korwil). Dari 400 bonek itu, sebagian di antaranya dibelikan tiket oleh YSS. Sementara sebagian lainnya, mengeluarkan uang Rp 20.000 per orang untuk tiket KA menuju Jakarta dan mendapat subsidi Rp 17.000 dari YSS. Ketua YSS Wastomi Suheri saat ditemui wartawan di Stasiun Pasar Turi, menyatakan, seharusnya tidak ada tiket gratis bagi bonek yang berangkat ke Jakarta. "Sebenarnya, tidak ada pemberangkatan secara gratis. Hari ini memang ada kesalahan teknis. Seharusnya, bonek itu membayar, kita nambahi. Tapi, karena sudah seperti ini, ya sudah kita bayari tiket mereka," ungkap Wastomi. Wastomi mengaku pihaknya baru saja mendapat bantuan dari Walikota Bambang DH Rp 150 juta. "Bantuan ini digunakan untuk koordinasi suporter Surabaya selama di Jakarta," aku Wastomi. Wastomi memprediksi bonek yang ada di Jakarta selama pertandingan Delapan Besar Liga Indonesia ini sekitar 5.000-7.000 orang. Di Jakarta, para pendukung Persebaya akan dikonsentrasikan di dua tempat, Senayan dan Stasiun Senen. "Pak Walikota tadi pesan mereka tidak boleh berbuat onar. Jangan sampai mempermalukan citra Surabaya dan Jawa Timur dan membuat warga Jakarta resah," kata Wastomi. Bila ada bonek yang berbuat onar, kata Wastomi, Walikota mendukung penindakan tegas terhadap mereka oleh aparat kepolisian. Selama di Jakarta, YSS tidak akan memberi makan gratis kepada para bonek. "Kami hanya akan mendirikan warung murah di sekitar Senayan dan Stasiun Senen. Tidak ada istilah gratis buat bonek, semua harus bayar, baik tiket atau selama di Jakarta. Ini pendidikan buat suporter. Kalau ada yang menjarah, silakan ditindak," ungkap dia.Selain berangkat dari Stasiun Pasar Turi, para bonek juga berangkat dari Stasiun Gubeng. Banyak juga bonek yang berangkat ke Jakarta dengan angkutan umum atau truk. Rencananya, ribuan bonek ini akan diawasi oleh 172 Korwil selama di Jakarta agar berlaku tertib. (asy/)


Berita Terkait