DetikNews
Senin 11 Februari 2019, 15:37 WIB

Polisi Tangkap Pasutri Penipu Modus Penukaran Uang, Korban Rugi Rp 20 M

Samsdhuha Wildansyah - detikNews
Polisi Tangkap Pasutri Penipu Modus Penukaran Uang, Korban Rugi Rp 20 M (Foto: Samsdhuha Wildansyah/detikcom)
Jakarta - Tim Polda Metro Jaya menangkap pasangan suami istri berinisial LW dan GRH yang melakukan penipuan dengan modus menawarkan dan menjual mata uang asing. Total kerugian yang dialami korban mencapai Rp 20 miliar.

"Intinya para korban ini bekerja mengirim barang ke luar negeri kemudian ada penawaran. Jadi teman pertemanan menyampaikan ada money changer ini bisa transfer melalui money changer ini," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (11/2/2019).

"Hampir 20 miliar (kerugian korban)," sambung Argo.


Polda Metro Tangkap Pasutri Penipu Modus Penukaran Uang Foto: Samsdhuha Wildansyah/detikcom



Argo menjelaskan pelaku menawarkan kepada para korban bisa menukarkan uang dan mengirimkannya ke luar negeri. Pelaku kemudian melakukan transaksi fiktif dan pada kenyataannya pelaku tidak mengirimkan uang seperti diminta pelaku.

"Misalnya korban berikan Rp 5 miliar dikirim ke luar negeri bentuknya dollar. Jadi korban memudahkan mengirim barang ke luar negeri tapi dari korban nggak pernah menikmati apa yang dia tanam ini," kata Argo.

"Jadi korban merasa ditipu. Jadi bujuk rayu tersangka dia menawarkan ke korban bisa menukar uang, tapi kenyataanya setelah korban memberikan uang ada yang Rp 700 juta, Rp 5 miliar, semua nggak terwujud," sambungnya.



Polda Metro Tangkap Pasutri Penipu Modus Penukaran Uang Foto: Samsdhuha Wildansyah/detikcom


Argo mengatakan pihaknya menerima empat laporan dari masyarakat mengenai kasus penipuan tersebut dari September 2018 hingga Oktober 2018. Pasutri tersebut kemudian ditangkap pada Februari 2019 di money changer di Tangerang Selatan oleh tim Subdit II Fismondev Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya.

Pelaku bekerja di bidang ekspor-impor dan istri pelaku bekerja di money changer. Pelaku terlilit hutang sehingga pelaku menipu korban-korbannya untuk membayar hutang-hutangnya.

"Jadi apa yang sudah ditransfer korban, tersangka membuat transaksi perbankan yang dipalsukan seolah-olah transkasi sudah terkirim. Jadi korban mengirimkan uang ke luar negeri kemudan tersangka membuat satu transaksi yang fiktif. Dia membuat sendiri mengunakan komputer dan di print. Ini modus dia menipu korban-korbanya," kata Argo.

Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa aplikasi setoran ke beberapa rekening bank, lembar transkasi ke beberapa rekening bank, lembar tanda bukti penyetoran ke rekening bank, dan print out percapakan tersangka dengan beberapa korban. Atas perbuatanya, pelaku dijerat dengan pasal 378 KUHP dengan hukuman penjara paling lama 4 tahun dan Pasal 372 KUHP.
(knv/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed