DetikNews
Senin 11 Februari 2019, 11:59 WIB

Jurnalis Jambi Nilai Pencabutan Remisi Pembunuh Wartawan Langkah Tepat

Ferdi - detikNews
Jurnalis Jambi Nilai Pencabutan Remisi Pembunuh Wartawan Langkah Tepat Demo pencabutan remisi Susrama (grandy/detikcom)
Jambi - Aliansi Jurnalis Indipenden (AJI) Jambi menanggap baik atas keputusan Presiden Jokowi yang telah membatalkan pemberian remisi bagi Susrama, narapidana kasus pembunuhan wartawan Radar Bali, AA Gde Prabangsa. Hal itu dinilai langkah yang tepat agar tidak menciderai rasa keadilan di kalangan jurnalis.

"Pembatalan remisi itu sesuai dengan harapan jurnalis, karena pembatalan remisi pada Susrama sangat penting untuk menjaga kemerdekaan pers Indonesia," kata Ketua AJI Jambi, M Ramond EPU, kepada detikcom, Senin (11/2/2019).

Menurutnya, kasus kekerasan terhadap wartawan sangat kerap terjadi. Yang mana, dari kekerasan itu juga ada menyebabkan kematian terhadap profesi pemburu berita tersebut.

Namun dari sejumlah kasus pembunuhan pada jurnalis, kata Ramond hanya pembunuhan pada Prabangsa yang berhasil diungkap, maka dari itu remisi kepada pembunuh wartawan tidak perlu diberikan.

"Negara harus hadir untuk melindungi jurnalis bekerja, karena jurnalis bekerja dilindungi Undang-Undang. Kekerasan pada jurnalis masih terjadi dari hari ke hari. Kasus pembunuhan jurnalis di sejumlah kota juga banyak yang belum terungkap, banyak yang tidak berlanjut ke proses hukum, serta banyak juga yang proses hukumnya tidak jelas. Maka setelah kasus pembunuhan wartawan berhasil diungkap, pemberian remisi tidak perlu diberikan," ujar Ramond.

Desakan pembatalan pemberian remisi bagi Susrama selalu disuarakan sangat keras oleh AJI disemua daerah termasuk para wartawan yang tergabung di AJI Jambi. Mereka melakukan berbagai aksi mulai dari aksi teatrikal serta aksi malam solidaritas untuk Prabangsa di sejumlah lokasi di Kota Jambi yang menuntut presiden segera cabut remisi itu.

Hanya saja kata Ramond setelah remisi itu dibatalkan, perjuangan AJI bukan berarti selesai sampai di sini untuk membela jurnalis-jurnalis yang ada di Indonesia termasuk Jambi. AJI Jambi juga ingin melihat bukti otentik pembatalan remisi yang dilakukan Presiden Jokowi kepada narapida pembunuhan wartawan Bali tersebut.

"Bagaimana bentuk fisik pembatalan itu sampai sekarang belum kita lihat, sampai sekarang baru pernyataan lisan dari presiden. Kita masih butuh bukti otentiknya. Setelah itu dengan adanya kasus ini, berharap kedepannya jangan sampai ada terjadi kekerasan-kekerasan terhadap wartawan yang terjadi termasuk di Jambi," ungkap Ramond.


(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +