DetikNews
Minggu 10 Februari 2019, 15:24 WIB

Belajar dari Kasus Adi Saputra, Lakukan ini Agar Tak Dituduh Jadi Penadah

Mei Amelia R - detikNews
Belajar dari Kasus Adi Saputra, Lakukan ini Agar Tak Dituduh Jadi Penadah Penampakan motor yang dirusak Adi Saputra (Foto: M Guruh Nuary/detikcom)
Jakarta - Drama Adi Saputra membanting-bantingkan motornya berbuntut pidana salah satunya persangkaan penadahan motor. Adi membeli motor Honda Scoopy itu seharga Rp 3 juta via Facebook.

Belajar dari kasus Adi ini, apa yang harus dilakukan ketika membeli kendaraan second?

"Pertama, tanya kenapa harganya kok separuh harga pasaran, kenapa, saudara bukan kok ngasih harga murah," kata Kasat Reskrim Polres Tangsel AKP Alexander Yurikho kepada detikcom, Minggu (10/2/2019).


Kemudian, yang terpenting tanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan mulai dari STNK dan BPKB. STNK dan BPKP merupakan salah satu keabsahan dalam kepemilikan kendaraan.

Untuk diketahui, Adi Saputra membeli motor dengan STNK, tapi tanpa BPKB.

"Tanya dimana BPKB-nya , kenapa transaksinya tidak menyertakan BPKB padahal kepemilikan barang yang disebut kendaraan bermotor itu buktinya adalah STNK dan BPKB," jelasnya.


Selanjutnya, jangan sekali-kali mengganti pelat nomor kendaraan jika tidak mau dicurigai bahwa kendaraan kita adalah hasil kejahatan.

"Kenapa nomor polisinya harus diganti ?," imbuhnya.

Terakhir, usahakan agar penjual dan pembeli bisa tetap berhubungan setelah jual-belu. "Untuk kepentingan konfirmasi di kemudian hari kalau ada apa-apa dengan kendaraan bermotor. Dan itu tidak hanya dalam proses jual beli kendaraan bermotor, tetapi rumah, tanah dll juga periksa kelengkapan surat-suratnya," tuturnya.


Simak Juga 'Cium Tangan Polisi yang Menilangnya, Adi Saputra Mewek':

[Gambas:Video 20detik]


(mei/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed