"Sudah memilih PDIP sebagai rumah besar kaum nasionalis tempat ia bergabung, tempat ia untuk menyampaikan aspirasi politiknya. Dan saya berharap Pak Ahok bisa berkarya untuk Indonesia melalui PDI Perjuangan," kata Charles di Jl Kebon Mede, Kamal, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (10/2/2019).
Ia juga yakin gabungnya Ahok ke PDIP bisa menambah elektabilitas capres Joko Widodo. Sebab, menurutnya, loyalis Ahok masih cukup banyak, khususnya di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Charles tak menampik kemungkinan jika ada kelompok yang tak memilih Jokowi karena faktor Ahok. Namun, menurutnya, keputusan orang memilih Jokowi bukan semata karena faktor Ahok, melainkan dari rekam jejak.
"Masyarakat pilih Jokowi karena rekam jejak Pak Jokowi sudah untuk rakyat Indonesia. Bahwa memang misalkan ada sekelompok masyarakat yang memang tidak pilih Jokowi karena Pak Ahok mungkin bisa saja. Tapi saya yakin mayoritas masyarakat Indonesia akan memilih berdasarkan program kerja visi misi rekam jejak kandidat pasangan itu," sebut Charles.
Sebelumnya diberitakan, Ahok resmi menjadi kader PDIP sejak 26 Januari 2019. Dia mengaku PDIP sejalan dengan ideologi perjuangannya. Dia pun mengaku mantap menjadi kader partai berlambang banteng moncong putih itu.
"Memang sesuai garis ideologi perjuangan saya," kata Ahok ketika ditanya alasannya menjadi kader PDIP.
Simak Juga 'Sah! Ahok Resmi Jadi Kader PDIP':
(ibh/gbr)











































