"Jangan baru dapat dukungan dari alumni Mesir sudah merasa hebat, merasa menang. Itu kan berarti meremehkan kelompok lain, nggak bijak dong. Harusnya kita menghormati kelompok mana pun, jaringan mana pun, alumni mana pun. Dari semua kelompok harus kita hargai karena Pemilu ini, presiden dapat suara dari rakyat," ujar Juru Debat BPN Prabowo-Sandi, Ahmad Riza Patria kepada wartawan, Sabtu (9/2/2019) malam.
Menurut Riza, tidak bijak Ma'ruf menyebut Pilpres telah usai setelah dapat dukungan dari JAMI. Sebab kata Riza, masih banyak elemen masih banyak elemen masyarakat lainnya yang memberikan dukungan untuk masing-masing kandidat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan, Koordinator Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak tidak mempermasalahkan ucapan Ma'ruf. Dahnil pun mengatakan elektabilitas Prabowo-Sandi sudah mendekati Jokowi-Ma'ruf.
Baca juga: Partai 10 Plus-plus yang Bikin Pede Ma'ruf |
"Jadi sudah mulai cross, survei kita menunjukkan sudah mulai cross dan kami yakin beberapa bulan ini dapat meninggalkan elektabilitasnya petahana," jelas Dahnil.
Dukungan JAMI sebelumnya dideklarasikan di Hotel Arya Duta, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2). Ma'ruf berharap keikutsertaan menjadi pintu masuk cendikiawan muslim atau ulama untuk menjadi pemimpin Indonesia.
"Sebenarnya kalau alumni Mesir sudah deklarasi, sebenarnya Pilpres itu sudah selesai. Sebab ini semua punya pengaruh di mana-mana. Alhamdulillah. Mudah-mudahan ini pertanda," kata Ma'ruf sambil tersenyum.
Saksikan juga video ' Relawan Sebut 17 Kepala Daerah di Sumbar Merapat ke Jokowi ':
Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini. (dkp/dwia)











































