Dapat Dukungan Alumni Trisakti, Jokowi: Saya Bukan Diktator

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Sabtu, 09 Feb 2019 17:30 WIB
Sejumlah alumni Trisakti dan Sahabat Trisakti mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. (Azizah/detikcom)
Jakarta - Sejumlah alumni Trisakti dan Sahabat Trisakti mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Deklarasi ini disebut untuk menggelorakan semangat reformasi.

"Semangat reformasi harus tetap menggelora. Namun pelanggaran HAM telah tertoreh dan belum dituntaskan hingga sekarang. Deklarasi ini juga merupakan suatu momen untuk membuka wawasan mereka yang tidak paham apa yang terjadi pada tanggal 12 Mei 1998 itu," kata Ketua Alumni Trisakti Pendukung Jokowi, Muhanto Hatta, di Basket Hall GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu (9/2/2019).


Muhanto mengatakan deklarasi ini bukan pernyataan biasa, melainkan bagian dari ideologi mempertahankan Pancasila dan Republik Indonesia.

"Maka deklarasi ini bukan suatu pernyataan biasa, tetapi bagian dari ideologi mempertahankan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, kita harus menang atau menang mutlak," tegasnya.

Muhanto mengklaim banyak alumni perguruan tinggi seluruh Indonesia yang menyatakan dukungan kepada Jokowi-Ma'ruf. Selain itu, ia mengatakan didukung oleh organisasi massa pro-Jokowi.

"Bersama ini, kami sepakat dan dengan keteguhan hati akan memenangkan pasangan nomor 01 Ir H Joko Widodo dan Ma'ruf Amin," ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, diputarkan film dokumenter tentang Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 karya Nia Dinata. Saat ada foto Prabowo Subianto muncul dalam ilustrasi pemberitaan, hadirin kompak berteriak 'huuu'.

Seusai pemutaran film, para alumni lalu mengucapkan deklarasi dukungan kepada Jokowi. Capres petahana ini juga diberi jaket dan megafon berwarna merah. Jokowi pun lalu bergaya seperti akan berorasi.

"Bapak-Ibu dan Saudara-saudara sekalian, saya bukan diktator, saya juga bukan pelanggar HAM dan saya juga bukan...," ujar Jokowi melalui megafon.

Pada bagian ini, Jokowi terdiam sejenak. Hadirin lalu menyahut dengan 'penculik'. Jokowi hanya terdiam lalu melanjutkan orasinya.

"Saya tidak memiliki beban masa lalu. Itu saja dan terima kasih atas pemberian megafon ini kepada saya," tegasnya.


Deklarasi ini juga dihadiri Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir; putri mantan presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid; Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi; Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding; Wakil Direktur Komunikasi Politik TKN Irfan Wahid; Sekretaris Kabinet Pramono Anung; hingga Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Berikut ini pernyataan deklarasi yang dibacakan oleh Sekjen Alumni Trisakti Pendukung Jokowi Sarah Wijanarko:

Demi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kami Alumni Trisakti menjunjung tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945 serta Bhinneka Tunggal Ika

Dengan kesatuan hati dan segenap pikiran menyatakan mendukung pasangan Ir H Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia yang berkeadilan, makmur dan sejahtera sesuai dengan semangat dan amanah perjuangan reformasi 1998.


Simak Juga 'Aktif di Medsos, Jokowi: Jangan Buru-buru Dianggap Pencitraan':

[Gambas:Video 20detik]

(azr/idh)