BPN soal Protes Santri Kudus: Ada yang Benturkan Fadli Zon-Ulama

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 08 Feb 2019 19:03 WIB
Andre Rosiade (dok. pribadi)
Jakarta - Massa yang terdiri dari santri se-Kabupaten Kudus turun ke jalan mendoakan kiai sebagai bentuk protes atas puisi Fadli Zon, 'Doa yang Tertukar', di Alun-alun Kudus, siang ini. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menduga ada pihak yang ingin membenturkan Fadli dengan Mbah Moen dan kiai lainnya.

"Nah terlihat ada pihak yang ingin menggoreng kondisi ini untuk membenturkan Bang Fadli dengan Mbah Moen. Ada yang pihak terindikasi ingin membenturkan Bang Fadli dengan kiai dan ulama. Menurut saya, ini cara yang tidak etis ya," ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, saat dihubungi, Jumat (8/2/2019).


Politikus Gerindra itu menegaskan puisi Fadli bukanlah ditujukan kepada Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen. Fadli dikatakan tak berniat menghina ulama karismatik itu.

"Bang Fadli tidak pernah menghina Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen. Jadi puisi itu tidak ditujukan kepada Mbah Moen. Itu kan juga sudah dijelaskan oleh Bang Fadli, bahkan Bang Fadli sudah mem-posting foto bersama Mbah Moen," tuturnya.

"Puisi ini bukan ditujukan ke Mbah Moen. Puisi itu untuk makelar doa yang membujuk Mbah Moen merevisi doanya," imbuh Andre.


Seperti diketahui, massa santri se-Kabupaten Kudus yang tergabung dalam Aliansi Santri Membela Kiai (Asmak) memprotes puisi Fadli Zon yang berjudul 'Doa yang Tertukar'. Duduk bersila, mereka melantunkan zikir, selawatan, dan tausiah di Alun-alun Kudus.

Fadli Zon sebelumnya juga telah menegaskan puisinya bukan untuk Mbah Moen. Fadli meminta semua pihak tidak membuat interpretasi atas puisinya yang berpotensi melarut-larutkan masalah.

"Justru doanya Kiai Maimun Zubair atau Mbah Moen itu sudah diaminkan gitu loh. Ya, jadi ini jangan membuat suatu interpretasi yang menggoreng istilahnya," ucap Fadli. (mae/tor)