Jokowi-Ma'ruf Unggul di Medsos, PSI Singgung Buzzer-Bot 02

Jokowi-Ma'ruf Unggul di Medsos, PSI Singgung Buzzer-Bot 02

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 08 Feb 2019 16:15 WIB
Jokowi-Maruf Unggul di Medsos, PSI Singgung Buzzer-Bot 02
Sekjen PSI Raja Juli Antoni (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Lembaga Politicawave merilis hasil pemantauan di media sosial yang mengunggulkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. PSI bersyukur atas hasil tersebut dan menyebutnya sebagai kerja relawan yang menyampaikan berita positif.

"Alhamdulillah bahwa pasangan Jokowi dan Kiai Ma'ruf memang memiliki banyak relawan di media sosial yang menyampaikan berita baik atau berita positif tentang pembangunan dan cita-cita luhur paslon Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf untuk Indonesia yang lebih baik ke depan. Nah, ini terefleksi dari hasil survei lembaga Politicawave itu bahwa perbincangan tentang Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf lebih banyak," kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni kepada wartawan, Jumat (8/2/2019).




Toni menyebut banyaknya pembicaraan Jokowi-Ma'ruf di medsos sebagai hasil usaha organik para relawan. Ia pun berharap kemenangan di 'udara' ini akan diikuti dengan kemenangan yang lebih besar.

"Sekali lagi ini adalah hasil usaha organik dari teman-teman relawan untuk terus memperbesar dukungan terhadap Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf dan saya berharap akan tambah besar menjelang 17 April nanti. Dan mudah-mudahan kemenangan di 'udara' ini--dalam tanda kutip--akan diikuti dengan kemenangan yang juga lebih besar di darat nanti," ungkapnya.

Soal usaha organik relawan, Toni lalu membandingkannya dengan pihak pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Ia menyebut Jokowi-Ma'ruf masih tetap unggul walaupun kubu Prabowo-Sandi menggunakan buzzer hingga bot di media sosial.

"Sekaligus itulah bedanya relawan media sosial pasangan 01 dengan 02, yang memang ada tenaga profesionalnya kabarnya, ada buzzer dan juga mempergunakan bot. Dan akhirnya yang organik tentu akan lebih menang karena memang adalah dikendalikan oleh manusia ya, bukan oleh bot," ujar Toni.

Selain itu, hasil pemantauan Politicawave menyatakan bahwa tentang kasus hukum Ahmad Dhani, propaganda Rusia, doa KH Maimun untuk Prabowo yang disampaikan di samping Jokowi, dan pernyataan Menkominfo 'yang gaji kamu siapa?' merupakan isu negatif untuk Jokowi-Ma'ruf. Toni menilai isu tersebut dibangun oleh lawan politik Jokowi-Ma'ruf.

"Tapi kami merasa sebenarnya ide-ide tentang Ahmad Dhani, doa Mbah Moen, propaganda Rusia, dan pernyataan Menkominfo 'yang gaji kamu siapa' itu sebenarnya adalah pernyataan yang memang 'digoreng' oleh lawan politik sedemikian rupa sehingga menimbulkan keriuhan dan memiliki kesan negatif di media sosial," ujarnya.



Menurut Toni, isu tentang Ahmad Dhani tidak ada hubungannya dengan Jokowi-Ma'ruf. Namun, berdasarkan analisis dia, isu tentang Ahmad Dhani 'diolah' seperti isu Ratna Sarumpaet dengan tujuan menjatuhkan Jokowi.

Tapi seolah-olah sama dengan kasus Ratna Sarumpaet, di-framing bahwa Ratna ini adalah aktivis yang digebuki oleh sebuah rezim yang represif dan otoriter. Kan frame-nya begitu. Nah, di kasus Ahmad Dhani ini juga demikian, seolah-olah Ahmad Dhani ini menjadi korban Pak Jokowi, padahal nggak ada hubungannya sama sekali," jelasnya.

Sebelumnya, Politicawave memantau percakapan di media sosial terkait Pilpres 2019. Hasilnya, Jokowi-Ma'ruf lebih banyak dibicarakan daripada Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pemantauan ini berlangsung pada periode 28 Januari sampai 4 Februari 2019. Total ada 1.899.881 percakapan terkait kedua kandidat yang dilakukan oleh 267.059 akun.

"Pasangan Jokowi-Ma'ruf mengungguli Prabowo-Sandiaga pada jumlah percakapan, yakni sebesar 57,25 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga meraih 42,75 persen percakapan," ungkap Direktur Eksekutif PoliticaWave Yose Rizal lewat keterangan tertulis, Jumat (8/2). (azr/dhn)


Berita Terkait