Anak yang Diajak Threesome oleh Ortu Diimingi Uang Rp 200 Ribu

Farih Maulana - detikNews
Kamis, 07 Feb 2019 18:16 WIB
Foto: Farih Maulana/detikcom
Jakarta - Mira (39) dan Taufik Hidayat (43) mengajak anak putrinya yang berusia 15 tahun melakukan adegan seks menyimpang. Korban diiming-imingi uang hingga ponsel agar menuruti keinginan kedua tersangka.

"Modus atau caranya adalah si korban diiming-imingi dengan uang Rp 200 ribu dan juga akan diberikan handphone," kata Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompol Andi Sinjaya kepada wartawan di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).

Andi mengatakan ide untuk melakukan adegan seks threesome ini muncul dari tersangka Taufik. Anehnya, tersangka Mira sebagai ibu kandung tidak berupaya melindungi putrinya. Ia justru membantu Taufik melancarkan aksi bejatnya itu.

"Jadi ada keinginan dari bapaknya menyampaikan ke ibunya. Ibunya juga mengiyakan dan membolehkan, bahkan mengarahkan anaknya untuk mau diajak berhubungan dengan bapak tirinya," katanya.

Korban diajak ke dalam kamar mandi untuk melakukan hubungan badan dengan Taufik, yang merupakan bapak tirinya. Di sisi lain, Taufik dan Mira juga sengaja mempertontonkan adegan seksual keduanya di depan korban.
"Ini diminta untuk ikut bersama-sama di dalam kamar mandi, pada saat ibunya itu di kamar mandi juga bapaknya disuruh datang. Di situlah terjadi persetubuhan dari ayah tirinya terhadap korban," sambungnya.

Mira juga mengarahkan korban untuk melakukan hubungan badan dengan Taufik. "Ibu yang mengarahkan anak kandungnya untuk melakukan hubungan, bahkan dipertontonkan lagi hubungan seksual daripada keduanya di depan anaknya," sambungnya.

Kasus ini terkuak setelah korban menceritakan peristiwa yang dialaminya itu kepada ayah kandungnya. Diketahui, ayah dan ibu kandungnya sudah bercerai sekitar 8 tahun yang lalu.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke polisi. Mira dan Taufik lalu ditangkap di rumahnya di Jalan Tamalaka, Warungjati, Pancoran, Jakarta Selatan, pada 30 Januari 2019. Keduanya ditahan dengan tuduhan Pasal 76 huruf d jo 81 UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
(mea/mea)