Polisi Periksa Sesmenpora soal Pengaturan Skor PSS Sleman Vs Madura FC

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 07 Feb 2019 14:03 WIB
Kombes Syahar Diantono (Lisye Sri Rahayu/detikcom)
Jakarta - Satgas Antimafia Bola kembali memeriksa Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto. Pemeriksaan dilakukan di kantor Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri.

"Diperiksa sebagai saksi di Bareskrim," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).



Syahar menjelaskan pemeriksaan Gatot ini terkait dugaan tindak pidana suap di Liga 2, saat kesebelasan PSS Sleman bertanding melawan Madura FC pada 2018.

"Terkait laporan polisi dugaan tindak pidana suap pertandingan antara PSS Sleman dan Madura FC di Liga 2," ujar Syahar.



Sebelumnya, Gatot diperiksa Satgas Antimafia Bola pada 26 Desember 2018. Namun, pada saat itu Gatot dimintai keterangan terkait dugaan pengaturan skor atau match fixing di Liga 3.

Setelah diperiksa, Gatot menyampaikan ada dua dari 25 pertanyaan penyidik yang menjurus pada dua pertandingan sepakbola.

Penyidik menanyakan kepada Gatot, apakah mengetahui bagaimana jalannya pertandingan tersebut. Gatot pun menjawab tidak tahu. Gatot kemudian mengaku telah memberi tahu penyidik tentang adanya seorang runner yang hendak menemui dirinya terkait pengaturan skor.

"Dua pertanyaan yang terkait dengan 'apakah Saudara mengetahui ada suatu pertandingan yang berlangsung pada tanggal X, antara kesebelasan ini dan kesebelasan ini. Dan tanggal y, ini melawan ini'. Saya katakan kami tidak memonitor secara khusus karena yang sifatnya teknis itu di luar kewenangan kami (Kemenpora)," ujar Gatot.



Terkait kasus pengaturan skor PSS Sleman versus Madura FC, polisi sudah meningkatkan penanganan perkara tersebut ke tingkat penyidikan. Polisi juga sudah menggeledah rumah mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Hidayat di Surabaya, Jawa Timur. (aud/knv)