Polri: Teror Pembakaran Kendaraan di Jateng Bukan Motif Dendam

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 07 Feb 2019 13:57 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal (Audrey Santoso/detikcom)
Jakarta - Polri memastikan teror pembakaran kendaraan di Jawa Tengah (Jateng) tidak dilatarbelakangi dendam pelaku kepada korban. Polri menyebut ada kelompok orang yang sengaja ingin menyampaikan pesan teror kepada warga Jateng.

"Ini kan hanya sebagian kecil kelompok yang ingin menyampaikan teror. Ada beberapa petunjuk, hampir semua korban itu tidak ada masalah dan kaitannya dengan dendam," kata Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).

Iqbal mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Pascateror ini, Iqbal mengatakan situasi keamanan secara nasional masih terkendali.






"Masyarakat tak perlu resah. Silakan beraktivitas seperti biasa. Situasi keamanan dari Sabang sampai Merauke, khususnya Jawa Tengah, relatif aman," ujar Iqbal.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo sebelumnya menduga pelaku teror merupakan orang yang terlatih. Terakhir data kasus itu sejumlah 26 dan belum dapat terungkap siapa pelakunya.

Aksi pembakaran maupun percobaan pembakaran sudah terjadi 17 kali di Kota Semarang, 8 kali di Kabupaten Kendal, dan 1 kali di Kabupaten Semarang.






Semula kasus ini ditangani di tingkat daerah oleh Polda Jateng dan beberapa polres yang menjadi tempat kejadian perkara.

Saat ini Polri mengerahkan penyelidik dan penyidik dari tiga satuan kerja di tingkat pusat, yaitu Densus 88 Antiteror, Bareskrim, serta Baintelkam, untuk membantu pengungkapan. (aud/fdn)