DetikNews
Kamis 07 Februari 2019, 12:40 WIB

Laporan soal Ngabalin Disetop, Bakomubin Adukan Polisi ke Kompolnas

Farih Maulana - detikNews
Laporan soal Ngabalin Disetop, Bakomubin Adukan Polisi ke Kompolnas Foto: Farih Maulana
Jakarta - Badan Komunikasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) melaporkan penyidik Bareskrim Polri ke Kompolnas. Bakomubin menilai penyidik tidak profesional karena menyetop laporannya di Bareskrim Polri soal Ali Mochtar Ngabalin.

Kuasa hukum Bakomunin Pitra Romadhin Nasution menjelaskan, pihaknya mengadu ke Kompolnas setelah menerima surat dari Bareskrim perihal penjelasan atas laporan polisi. Bakomubin yang diwakilkan kepada Tatang Mohamad Natsir sebelunya melaporkan Ali Mochtar Ngabalin ke Bareskrim. Laporan tersebut tertuang dalam laporan bernomor polisi LP/1575/XII/2018 tanggal 4 Desember 2018.

"Isinya (surat dari Bareskkrim) saya bacakan ya 'Penjelasan atas laporan polisi kepada saudara Tatang M Nasir. Dengan sumpah palsu keterangan palsu pencemaran nama baik melalui media elektronik dan penipuan melalui media elektronik yang dilakukan saudara Ali Moch Ngabalin. Sehubungan dengan rujukan di atas, diinformasikan kepada saudara Tatang bahwa laporan yang saudara buat di SPKT Bareskrim hasil pengkajian bukan merupakan tindak pidana tetapi perdata. Disarankan saudara mengajukan ke PTUN'. Ditandatangani langsung atas nama Kabareskrim, Karo bin pos Kombes Soni Sanjaya," jelas Pitra kepada wartawan di kantor Kompolnas, Jalan Tirtayasa VII, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/2/2019).

Selain ke Kompolnas, Pitra mengklaim sudah melaporkan penyidik ke Divisi Propam Polri hingga Biro Wasidik Polri. "Nyatanya sampai sekarang laporan polisi itu tidak kunjung di-BAP atau diminta keterangan kepada pihak pelapor. Sehingga kita melaporkannya kepada pihak Propam dan Wasidik. Kita laporkan nih kepada Biro Wasidik terhadap penyidik dan Bareskrim Mabes Polri yang tangani perkara ini. Setelah kita laporkan muncul surat yang hentikan suatu perkara," sambungnya.



Padahal menurutnya, Ngabalin sudah membuat kebohongan publik dengan mengaku-aku sebagai Ketua Bakomubin. "Padahal saudara Ali Ngabalin bukanlah ketuanya, akan tetapi KH Tatang Muhammad Nasir lah ketuanya," ucapnya.

Pitra juga menuduh Ngablin telah melakukan pemalsuan tanda tangan. "Kedua, ada suatu dugaan pemalsuan tanda tangan. Orangnya ada di sini, tanda tangan tersebut bukan tanda tangan dia dan dia tidak mengikuti SK Ali Ngabalin tersebut. Sehingga hal tersebut kita laporkan ke polisi," lanjutnya.

Pitra juga menyoal Ngabail soal penggunaan logo Bakomudin dalam beberapa kesempatan. Menurutnya, Ngabalin telah melakukan pelanggaran hak cipta.

"Ketiga tentang hak cipta Bakomubin, itu hak cipta kepengurusan KH Tatang. Jadi logo Bakomubin sering digunakan saudara Ali Ngabalin dalam cara seminar bulan lalu, acara talk show. Ini kan sudah melakukan perbuatan melawan hukum," sambungnya.

Pitra menyesalkan keputusan penyidik yang tidak memroses laporannya itu. Padahal menurutnya, laporannya itu sarat dengan dugaan pidana, bukan perdata. Terlebih, penyidik juga tidak pernah memeriksa pelapor sebelumnya.

"Dari mana dia bisa simpulkan perkara tersebut padahal perkara tersebut belum diperiksa atau dimintai keterangan. Kita belum ajukan bukti-bukti apa yang kita punya ide. Sehingga terhadap surat atas penjelasan Kabareskrim Mabes Polri tersebut menurut kami adalah sifat yang terlalu arogan dan sangat memaksakan suatu perkara dan kita menyarankan ke PTUN. Pertanyaannya apakah PTUN berhak menangani ormas, itu kan hanya pejabat tata usaha negara ini kan sengketa ormas, jelas bukan pejabat negara kita," tuturnya.


(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed