DetikNews
Kamis 07 Februari 2019, 02:40 WIB

Lemdiklat Polri Bersiap Lahirkan Polisi Modern di Era Demokrasi

Haris Fadhil - detikNews
Lemdiklat Polri Bersiap Lahirkan Polisi Modern di Era Demokrasi Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto (Foto: Dok. Lemdiklat Polri)
Jakarta - Kalemdiklat Polri Komjen Arief Sulistyanto bicara soal tantangan bagi polisi di era demokrasi saat ini. Menurutnya, Lemdiklat Polri bakal menjadi cikal bakal dari lahirnya polisi modern, profesional, dan berintegritas di era demokrasi.

"Democratic policing akan menjadi slogan yang tanpa makna kalau kita yang bertanggung jawab membangun budaya dan peradaban baru polisi tidak bangga dengan peran kita. Mari kita bangun Polri dari Lemdiklat ini sebagai cikal bakal lahirnya polisi modern, polisi profesional, dan polisi yang berintegritas," kata Arief dalam keterangan tertulis, Rabu (6/2/2019).


Hal itu disampaikan Arief saat menjadi pembicara dalam seminar bertajuk 'Antisipasi Hoax dalam Pemilu 2019' di Akademi Kepolisian. Dia juga menyebut sejumlah tantangan bagi polisi karena perubahan zaman.

Sejumlah hal yang disorot Arief adalah munculnya bisnis berbasis online, konektivitas tanpa batas dengan berbagai platform, hingga penyebaran berbagai ajaran dengan mudah lewat internet. Dia menyatakan berbagai perkembangan dalam dunia maya itu punya dampak negatif yang luar biasa jika tak dikelola dengan efektif.

"Aspek yang paling penting dalam pengelolaan interaksi di dunia maya adalah penyiapan sumber daya manusia yang mampu dan kapabel untuk menghadapi dan menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi," ucapnya.



Modernisasi, menurut Arief, bukan sekadar bicara perangkat lunak atau perangkat keras yang digunakan kepolisian. Modernisasi juga dilakukan kepada para sumber daya manusia yang mengelola perangkat tersebut.

"Modernisasi tidak dikonotasikan pada perangkat software dan hardware saja. Yang lebih utama adalah memodernisasi manusianya agar mampu mengadaptasi pada perkembangan sehingga bisa merespon dengan benar setiap fenomena yang terjadi. Ini bukan pekerjaan yang mudah karena harus merestorasi dan mereformasi mindset, sikap dan perilaku yang telah mengendap dan bercokol lama," tuturnya.
(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed