Sidang Suap Izin Meikarta

4 Saksi Sidang Meikarta Sebut Namanya, Sekda Jabar Bantah Terima Duit

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 06 Feb 2019 18:41 WIB
Ilustrasi proyek Meikarta. (Rachman Haryanto/detikcom)
Bandung - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jawa Barat (Jabar) Iwa Karniwa membantah kesaksian 4 orang dalam persidangan perkara suap terkait perizinan proyek Meikarta. Meski 4 saksi itu menyebutnya menerima uang, Iwa tetap pada pendiriannya bahwa tidak ada permintaan atau penerimaan uang.

Iwa memang sengaja dihadirkan jaksa KPK untuk dikonfrontasi dengan 4 saksi lainnya karena adanya ketidaksesuaian keterangan. Empat saksi yang dimaksud adalah Kabid Penataan Ruang Dinas PUPR Pemkab Bekasi Neneng Rahmi Nurlaili, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Pemkab Bekasi Hendry Lincoln, anggota DPRD Kabupaten Bekasi Sulaeman, dan anggota DPRD Jabar Waras Wasisto.




Keempatnya menyebut Iwa meminta Rp 1 miliar terkait pengurusan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Bekasi demi mulusnya proyek Meikarta. Namun hanya satu jawaban Iwa tentang hal itu.

"Tidak," kata Iwa dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Rabu (6/2/2019).

Realisasi pemberian Rp 1 miliar itu berdasarkan keterangan 4 saksi tersebut sebelumnya memang tidak bulat, tetapi ada Rp 900 juta yang diberikan dalam 3 tahap. Menurut kesaksian Waras, dua tahap pemberian dibuatkan spanduk atau banner atas permintaan Iwa dan tahap ketiga berupa uang tunai. Mengenai itu pun dibantah Iwa.

"Soal banner sesuai keterangan di BAP (berita acara pemeriksaan)?" tanya jaksa.

"Ya kami tidak meminta banner, mengasihkan contoh saja tidak. Hanya dapat informasi, nggak tahu dipasang di mana, nilainya berapa. Saya tidak meminta dibuatkan," kata Iwa.




"Jadi tidak mengakui semua pemberian?" tanya jaksa lagi.

"Tidak," jawab Iwa.

Majelis hakim kemudian turun tangan karena bantahan Iwa bertolak belakang dengan 4 saksi lainnya. "Ini sudah diberi sumpah semua. Kalau nggak bener, akan dipertimbangkan dalam perkara putusan," ucap hakim.

"Pak Waras, sudah diserahkan 500 (Rp 500 juta/pemberian tahap ketiga)?" tanya hakim kepada Waras.

"Sudah melalui staf saya lalu ke staf Pak Iwa," jawab Waras.

"Bagaimana Pak Iwa? Nggak menerima?" tanya hakim.

"Tidak, Pak," jawab Iwa.

"Ini bagaimana? Artinya setelah kroscek dikonfrontir hasilnya seperti ini, Pak Iwa seperti itu, Pak Waras seperti itu, yang mana yang bener? Tapi dari semuanya ini bilang untuk Pak Iwa," kata hakim kemudian.




Hakim kembali bertanya kepada Iwa mengenai kesaksian Neneng Rahmi dan Hendry. Jawaban Iwa tetap sama.

"Saya tidak meminta," kata Iwa.

"Keterangannya ini beda. Kalau ngaku ya rutan penuh. Terserah ini sudah seperti ini. Tetap keterangan Sulaeman, Neneng, dan Hendry juga seperti itu alirannya kan ke Iwa. Yang penting seperti itu ya," kata hakim.

Dalam persidangan ini, ada empat terdakwa yang diadili, yaitu Billy Sindoro, Henry Jasmen P Sitohang, Fitradjaja Purnama, dan Taryudi. Keempatnya disebut berasal dari Lippo Group, yang didakwa menyuap Bupati Bekasi nonaktif Neneng Hassanah Yasin dan jajaran pejabat di Pemkab Bekasi demi mulusnya perizinan proyek Meikarta.


Saksikan juga video 'Neneng Kembalikan Rp 2 Miliar Uang Suap Meikarta ke KPK':

[Gambas:Video 20detik]

(dir/dhn)