Prihatin Tawuran di Jaksel, Wali Kota Marullah : Semoga Bukan Tradisi

Farih Maulana - detikNews
Rabu, 06 Feb 2019 16:59 WIB
Foto: Wali Kota Jaksel Marullah (Yuni Ayu-detikcom)
Jakarta - Wali Kota Jakarta Selatan Marullah menyesalkan aksi tawuran yang terus terulang. Marullah berharap aksi tawuran antarwarga itu tidak menjadi sebuah tradisi turun-temurun.

"Semalem saya kaget juga ada tawuran dua tempat di Saharjo sama yang di Pasar Rumput. Kita prihatin aja dan kemarin saya sudah sampaikan juga kepada camat Setiabudi kemudian sudah koordinasi juga dengan Wali Kota Jakarta Pusat--terkait dengan Menteng kan dan Pasar Manggis--memang ya mudah-mudahan sih bukan jadi tradisi," jelas Marullah saat dihubungi wartawan, Rabu (6/2/2019).

Marullah mengatakan, pihaknya saat ini bersama dengan aparat polisi sedang menelusuri akar permasalahan yang menjadi penyebab tawuran tersebut. Ada dugaan motif yang berkembang bahwa aksi tawuran bukan hanya sekadar tawuran saja.

"(Penyebabnya karena) ada kasus apa gitu, saya masih mendalami dan temen-temen di Polsek juga sedang mendalami ini. Apakah motifnya kaya dulu, seperti yang biasa dulu. Apakah motifnya motif yang lain. Saya masih mendalami, mudah-mudahan dalam waktu yang tidak lama kita mau lakukan langkah-langkah untuk menyatukan warga masyarakat," tuturnya.



Soal 'motif baru' tawuran ini, Marullah menyebut ada sebuah 'pengalihan isu'. Tetapi dia tidak merinci jelas 'pengalihan isu' apa yang dimaksud.

"Motifnya apa ya, kaya yang dulu dulu aja, mereka seneng aja gitu anak-anak muda yang pengen menunjukkan eksistensi kemudian ada beberapa yang masih belum bisa didalami. Kata misalnya ada pengalihan isu yang seperti itu," ungkapnya.

Menurut Marullah, pihaknya sudah berupaya untuk mencegah agar tawuran tidak terus berulang. Namun menurutnya, tawuran menjadi hal yang 'biasa' terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta.



"Ini sebenarnya penyakit kota-kota besar di mana interaksi antara satu masyarakat dengan yang lainnya rutin terjadi. Bukan kita mengatakan ini sesuatu yang lumrah, bukan. Tetapi, boleh jadi ketika terjadi interaksi seperti ini gesekan terjadi dimana-mana. Kita berharap masyarakat di Jaksel adem suasananya. Tidak menjadi cepet emosi, ini yang perlu dan oleh karena itu perlu dipertemukan antara tokoh-tokoh yang berpengaruh di lingkup masing-masing agar bisa ngademin suasana, mendinginkan suasana," terang Marullah.

Tawuran yang terjadi di wilayah Jakarta Selatan sudah terjadi tiga kali selama sepekan ini. Satu kali terjadi di Pasar Rumput dan dua kali terjadi di Jalan Saharjo, Tebet.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun aksi tawuran itu meresahkan warga dan mengganggu arus lalu lintas.

(mea/mea)