DetikNews
Rabu 06 Februari 2019, 16:48 WIB

Sidang Suap Limbah Sawit

Saksi Bantah Rp 240 Juta Berkode 'Alquran': Saya Dengarnya Aturan

Faiq Hidayat - detikNews
Saksi Bantah Rp 240 Juta Berkode Alquran: Saya Dengarnya Aturan Suasana persidangan perkara suap DPRD Kalteng di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Saksi persidangan perkara suap dari PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) ke anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) membantah adanya kode suap 'Alquran'. Lalu apa maksudnya?

Awalnya jaksa memutarkan suara percakapan hasil sadapan komunikasi antara Direktur Operasional Sinar Mas wilayah Kalteng Willy Agung Adipradhana dan Windy Kurniawan selaku pegawai PT BAP. Dalam surat dakwaan PT BAP disebut sebagai anak usaha Sinar Mas Group yang mengurusi operasional perkebunan sawit.

"Saya dengarnya 'aturan'," ucap Windy saat bersaksi dalam persidangan perkara itu di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (6/2/2019).




"Jadi bantah ya ini bukan 'Alquran'?" tanya jaksa lagi.

"Saya tidak mendengar sebagai 'Alquran' tapi 'aturan'," jawab Windy lagi.

"Kalau memang ada kata 'Alquran', saya hanya tahu itu CSR (corporate social responsibility/ tanggung jawab sosial perusahaan) yang sedang dilaksanakan di perusahaan kita," imbuh Windy.

Namun Windy mengamini bila isi pembicaraan tersebut berkaitan tentang mekanisme pemberian Rp 240 juta yang dilakukan PT BAP. Duit itu yang disebut jaksa dalam surat dakwaan ditujukan pada para anggota DPRD Kalteng.

Keterangan Windy tersebut sedikit berbeda dari apa yang dituangkan jaksa dalam surat dakwaan. Begini isinya:

Willy Agung Adipradhana menghubungi Windy Kurniawan dan menyampaikan bahwa Willy Agung Adipradhana telah mendapatkan informasi dari terdakwa bahwa uang sejumlah Rp 240 juta dengan kata sandi 'Alquran' telah tersedia

Uang itu kemudian diambil anak buah Willy bernama Tirra Anastasia untuk diserahkan ke Edy Rosada dan Arisavanah (keduanya anggota Komisi B DPRD Kalteng sebagai perantara). Sesaat setelah penyerahan uang tersebut di foodcourt Sarinah Jakarta, mereka ditangkap KPK.




Dalam perkara ini, duduk sebagai terdakwa adalah Edy Saputra Suradja, yang didakwa menyuap Rp 240 juta kepada Ketua Komisi B DPRD Kalteng Borak Milton, Sekretaris Komisi B DPRD Kalteng Punding Ladewiq H Bangkan, serta anggota Komisi B DPRD Kalteng Edy Rosada dan Arisavanah.

Edy Saputra Suradja merupakan Managing Director PT BAP yang didakwa bersama-sama Direktur Operasional Sinar Mas Wilayah Kalimantan Tengah Willy Agung Adipradhana dan Teguh Dudy Syamsuri melakukan suap tersebut. PT BAP disebut dalam dakwaan sebagai anak usaha Sinar Mas Group.

Suap itu diberikan agar DPRD Kalteng tidak melakukan rapat dengar pendapat terkait dugaan pencemaran limbah di Danau Sembuluh. Perbuatan Edy, yang juga menjabat Wakil Direktur Utama PT SMART (Sinar Mas Agro Resources and Technology), dilakukan bersama-sama dengan Direktur Operasional Sinar Mas Wilayah Kalimantan Tengah Willy Agung Adipradhana dan Department Head Document and License Perkebunan Kalimantan Tengah-Utara Teguh Dudy Syamsuri.


Saksikan juga video 'Ini 21 Kode Suap Proyek Meikarta':

[Gambas:Video 20detik]


(fai/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed