DetikNews
Rabu 06 Februari 2019, 15:35 WIB

Polisi Kantongi Data Terkait Kejadian Pembakaran Kendaraan

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Polisi Kantongi Data Terkait Kejadian Pembakaran Kendaraan Ilustrasi (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Polisi telah mengantongi data terkait kejadian pembakaran mobil dan motor di Jawa Tengah. Pelaku yang diduga lebih dari satu orang disebut polisi berada dalam satu kelompok yang sama.

"Data-data terkait itu sudah kita dapatkan, sedang diolah dari beberapa TKP (tempat kejadian perkara)," ucap Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2019).




"Dilihat dari modus operandinya kan nggak jauh beda. Ya kembali lagi masih kita dugaan dari beberapa kejadian itu ya dari kelompok yang sama," imbuhnya.

Kesimpulan sementara yang diambil polisi, menurut Syahar, peristiwa itu dimaksudkan untuk membuat masyarakat resah. Hal itu, disebut Syahar, didapat dari olah TKP yang menunjukkan tidak adanya barang hilang serta analisis lainnya yang dilakukan tim gabungan.

"Tentunya kesimpulan sementara memang tujuan para pelaku ini adalah membuat resah karena tidak ada barang hilang, tidak ada motif-motif, sementara ya, belum ada ditemukan motif-motif ekonomi, motif-motif yang lain," ujar Syahar.

Kasus ini ditangani tim gabungan dari Polda Jawa Tengah dan tiga polres yang wilayahnya menjadi sasaran pelaku. Selain itu, Mabes Polri dan Densus 88 Antiteror juga mendukung tim tersebut.

"Dugaan pelaku ini kan sudah merencanakan, segala kemungkinan-kemungkinan mereka sudah pertimbangkan, dan dugaan mereka juga sudah membaca situasi sebelum melakukan. Kita sedang menggali di lapangan," ucap Syahar.




Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap tidak ada motif selain kriminal dalam kasus ini. Mengenai hal itu, Syahar mengatakan segala kemungkinan bisa terjadi.

"Ya dugaan juga mungkin ada kaitannya dengan itu (unsur politis), tapi yang jelas semuanya akan kita tindak lanjuti," tutur Syahar.
(azr/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
>