DetikNews
Senin 04 Februari 2019, 14:06 WIB

Polri Dukung Wacana Motor Masuk Tol, Minta Keselamatan Diutamakan

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Polri Dukung Wacana Motor Masuk Tol, Minta Keselamatan Diutamakan Ilustrasi sepeda motor masuk tol. (Dadan Kuswaraharja/detikcom)
Jakarta - Polri mendukung wacana sepeda motor masuk ke jalan tol. Namun Polri menekankan faktor keselamatan harus diutamakan.

"Saat ini Kakorlantas akan segera mem-follow up, tapi prinsipnya Polri mendukung, tapi dengan catatan keselamatan menjadi faktor utama," kata Kadiv Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal di Universitas Indonesia, Depok, Senin (4/2/2019).

Iqbal mengatakan, jika wacana itu diwujudkan, Polri tak bisa bekerja sendirian. Bentuk pengamanan jalur motor di jalan tol juga harus didesain untuk keselamatan.


"Itu bukan kepolisian saja karena di aspek lalu lintas banyak stakeholder terkait, mungkin lajunya diperluas, mungkin ada jalur khusus atau barrier yang tinggi, dan lain-lain," ujarnya.

Polri juga menerima masukan terkait rencana tersebut. Iqbal mengatakan Polri akan ikut menyiapkan infrastruktur untuk mewujudkan rencana itu.

"Maka dari itu, kami harus meminta masukan dari semua stakeholder yang ada, sehingga ketika ide itu diterima semua instrumen juga infrastruktur akan kita siapkan," ucapnya.


Wacana motor masuk jalan tol ini bergulir setelah adanya usulan dari Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet). Salah satu alasan Bamsoet mengapa perlu dibikin jalur tol khusus sepeda motor adalah untuk mengurangi kemacetan.

Diketahui, jalur umum non-tol terkadang mengalami kemacetan. Dengan adanya tol untuk motor, dia berharap kemacetan bisa berkurang.

"Mengurangi kemacetan dan kesemrawutan di jalan-jalan biasa. Karena sudah tersedia jalur khusus motor," kata Bamsoet.


Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengkaji usulan kendaraan roda dua boleh melintas di jalan tol. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setyadi mengaku pihaknya telah diminta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan kajian yang meliputi hukum, keselamatan efisiensi, hingga sosial dan ekonomi.

Budi menjelaskan, pada dasarnya aturan terkait motor boleh masuk ke jalan tol telah terdapat dalam PP Nomor 44 Tahun 2009. Namun aturan tersebut merujuk pada jalan tol di Suramadu dan Bali Mandara.

"Pak Menteri sudah perintahkan dan besok harus sudah ada di meja (hasil kajiannya). Itu memang dari aspek hukum ada Peraturan Nomor 44 Tahun 2009," papar dia dalam konferensi pers di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (30/1).
(abw/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed