Direktur Komunikasi ACT Lukman Azis Kurniawan menyebut langkah ini diambil untuk mencegah meluasnya penyebaran DBD di masyarakat.
"Fogging ini memang hanya membunuh nyamuk dewasa saja. Untuk itu, kami juga membantu memberikan bubuk Abate yang ditabur guna mematikan jentik-jentiknya," kata Lukman dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/2/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, lanjutnya, pencegahan tidak berhenti hanya di pengasapan dan menabur bubuk Abate. Hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah membangun kesadaran masing-masing individu untuk berperilaku hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan.
"Jangan biarkan air menggenang hingga berhari-hari. Karena berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya jentik-jentik nyamuk DBD," ujarnya.
Lebih lanjut Ketua RW 07 Alan Suharlan melaporkan di wilayahnya ada sebanyak delapan orang terjangkit virus dengue. Sebagian di antaranya anak-anak.
"Bahkan hari ini masih ada yang dirawat di rumah sakit," ujar Alan.
Ia juga menyampaikan apresiasinya atas kecepatan ACT merespons kondisi merebaknya penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepti tersebut.
"Alhamdulillah, warga kami merasa bersyukur atas kecepatan ACT membantu warga yang resah dan tak kunjung ada penyemprotan dari pemerintah daerah. ACT sudah lebih dulu hadir," ungkapnya.
Sementara itu, hingga hari ini dari data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat tercatat ada 2.204 orang yang terjangkit DBD. Sebanyak 14 orang di antaranya meninggal dunia.
Bupati Bogor pun telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran pemerintah, mulai camat, kepala desa/lurah, puskesmas, hingga rumah sakit, untuk bersama-sama menanggulangi DBD.
Wilayah terbanyak penderita DBD adalah Kecamatan Cibinong, Bojonggede, Citereup, Cileungsi, Gunung Putri, dan Gunung Sindur. (mul/mpr)











































