DetikNews
Sabtu 02 Februari 2019, 21:01 WIB

JK Beri Waktu 1 Bulan untuk BP Batam Selesaikan Mahalnya Biaya Kontainer

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
JK Beri Waktu 1 Bulan untuk BP Batam Selesaikan Mahalnya Biaya Kontainer Wapres JK saat di Batam (Noval/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meninjau Pelabuhan Bebas Batam. Tinjauan itu dilakukan JK setelah menerima keluhan soal mahalnya biaya transportasi kontainer Singapura-Batam.

JK awalnya menghadiri peresmian pengiriman perdana produk fast router, wireless wave dua produksi perusahaan dalam negeri, PT Sat Nusapersada, ke Amerika Serikat di Batam, Sabtu (2/2/2019). JK pun menerima keluhan Direktur Utama PT Sat Nusapersada, Abidin.

"Kami juga menyampaikan keluhan kami sebagai pengusaha di Batam. Kami melaporkan kepada Wapres langsung, sama Pak Menteri (Perindustrian Airlangga Hartarto), bahwa mahalnya transportasi container cost Singapura-Batam. Contoh, pengiriman 20 feet Batam-Singapura kontainer, sebesar USD 470, perjalanan 3 jam, Pak. Kita bandingkan Jakarta-Singapura, perjalanan 3 hari hanya USD 250. Artinya, di Batam lebih mahal container cost-nya seperti 88 persen," kata Abidin kepada JK.


Abidin mengatakan situasi tersebut menghambat dunia usaha di Batam. Dia pun agak sulit meyakinkan dan mendatangkan investor ke Batam, termasuk perusahaan yang telah bekerja sama dengan PT Sat Nusapersada, Pegatron Corporation. Pegatron merupakan perusahaan perakit Apple.

"Pernah saya ditegur sama CEO Pegatron, 'bagaimana saya meng-invest di sini, mungkin saya akan mengambil 200 ribu orang di Batam, apakah Anda sanggup turunkan container cost 50 persen?' Saya kira saya akan usahakan, akan lapor ke Pak Wapres, yang bisa selesaikan Pak Wapres," ucap abidin.

Menerima laporan tersebut, JK langsung mempertanyakan penyebab mahalnya biaya kontainer Singapura-Batam. JK pun mengaku akan memanggil Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Apa yang tadi disebutkan, biaya kontainer, nanti besok saya minta Menteri Perhubungan untuk memperbaiki ini. Tentu kita pertanyakan, ada apa, kenapa (mahal)," kata JK.

Tak hanya itu, JK meninjau Pelabuhan Bebas Batam di sela kunjungannya ke Batam. JK langsung berdialog dengan Deputi Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam Dwianto Eko Winaryo.

"Pokoknya harus sama, minimum sama Jakarta," kata JK kepada Dwianto.


JK meminta Dwianto menyelesaikan masalah tersebut dalam satu bulan. Beberapa masukan diberikan JK, salah satunya untuk BP Batam bekerja sama dengan PT Pelindo II.

"Naikkan kapasitas. Coba naikkan kapasitasnya tiga kali lipat, mudah ini. Pokoknya Pelindo mesti masuk dalam waktu (dekat), bicara. Nanti saya juga nanti bicara di Jakarta dan dengan Menteri Perhubungan juga," ucap JK.

"Selesaikan ya sebulan, kerja sama dengan Pelindo, usahakan Pelindo masuk sini, investasi. Tambah itu (luasnya), bongkar itu gudang-gudang tua itu. Kalau ditanya nanti bilang saja perintah dari Wapres, saya tanggung jawab kalau kamu diperiksa," tutur JK ke Dwianto.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, yang juga hadir dalam kunjungan tersebut, mengungkapkan, jika biaya kontainer minimal sama dengan Jakarta, akan memudahkan Pegatron Corporation masuk ke Batam dan merekrut 100 ribu pekerja. Ponsel bermerek iPhone pun mungkin akan dirakit di Batam.

"Kalau sama Jakarta tadi Pegatron masuk. Kalau turun (biaya kontainer) 100 ribu orang (direkrut), iPhone diproduksi di Batam, ekspornya naik empat kali," ucap Airlangga ke JK.
(nvl/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed