Ikrar: Rapat Teleconference Buat Kerja Tak Efektif
Rabu, 14 Sep 2005 08:50 WIB
Jakarta - Sidang kabinet dengan menggunakan video teleconference mulai menuai kritik. Rapat jarak jauh itu dinilai hanya akan membuat kerja para menteri tidak efektif."Kalau rapat melulu, kapan menterinya akan bekerja," kata pengamat politik LIPI, Ikrar Nusa Bhakti, saat dihubungi detikcom, Rabu (14/9/2005) pagi.Rapat tersebut dianggap hanya bersifat seremonial dan tidak efektif. "Justru adanya rapat tiap hari dari jarak jauh akan menimbulkan interpretasi politik bermacam-macam," tambahnya.Selain itu, jika terus digelar rapat maka akan menimbulkan stigma SBY tidak percaya terhadap Wapres Jusuf Kalla. "Dan kalau ini terjadi maka tingkat ketidakpercayaaan masyarakat dan pelaku pasar akan makin tinggi," tegas Ikrar.Interpretasi lain yang bisa timbul akibat seringnya rapat ini adalah buruknya koordinasi dalam jajaran kabinet. "Secara komunikasi politik, kalau presiden tidak percaya terhadap anggota kabinet maka bagaimana trust masyarakat bisa tumbuh," ujarnya.Untuk itu, Ikrar berpendapat rapat kabinet via teleconference sebaiknya dihentikan. Apalagi, biaya yang dihabiskan juga besar. "Lebih baik biarkan saja para menteri bekerja dulu untuk memperbaiki kondisi perekonomian," harap Ikrar.Sekadar diketahui, meski melakukan lawatan ke luar negeri, Presiden SBY tetap memimpin sidang kabinet. Untuk mengatasi jarak, teknologi video teleconference pun dipakai. Rapat ini rencananya digelar setiap hari selama SBY berada di luar negeri.
(ton/)











































