Usai Salat Jumat, Fadli Zon Bicara Keadilan untuk Buni Yani di Masjid

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 01 Feb 2019 14:25 WIB
Fadli Zon (Farih Maulana Sidik/detikcom)
Jakarta - Wakil Ketua DPR Fadli Zon berbicara soal keadilan untuk Buni Yani yang divonis 18 bulan penjara karena melanggar Pasal 32 ayat 1 UU ITE. Fadli meyakini apa yang menimpa Buni Yani merupakan bentuk ketidakadilan.

Hal itu disampaikan Fadli saat memberikan sambutan seusai salat Jumat bersama Buni Yani di Masjid Al Barkah, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019). Fadli mulanya bicara soal kebijakan Mantan Kapolri Badrodin Haiti yang menunda perkara-perkara yang sarat konflik kepentingan saat masa pemilu.

"Saya kira dulu pernah ada kebijakan juga dulu dari Kapolri sebelumnya, Pak Badrodin Haiti, saya masih ingat, mestinya perkara-perkara yang terkait dengan hal-hal yang berada di dalam suasana tertentu misalnya di masa-masa pilpres atau pilkada ini bisa ditunda supaya tidak ada konflik kepentingan. Karena konflik kepentingan atau conflict of interest ini sudah pasti jelas," kata Fadli.


Namun, menurut Fadli, saat ini upaya eksekusi justru semakin intensif menjelang Pemilu 2019. Terutama kepada kubu Prabowo-Sandiaga, seperti Buni Yani, Ahmad Dhani, hingga Dahnil Anzar Simanjuntak. Fadli pun mencium 'bau' kriminalisasi di perkara-perkara itu.

"Karena apa yang terjadi dengan saudara Buni Yani maupun kawan-kawan yang lain tidak diperlakukan sama terhadap orang lain-lain. Ada laporan-laporan kepada pihak yang dianggap dekat dengan penguasa, sama sekali justru tidak ditindaklanjuti. Tetapi begitu kepada kelompok atau orang-orang yang dianggap kritis dan berseberangan dengan pemerintah maka langsung dilakukan penahanan penangkapan dan sebagainya," tuturnya.

"Kita juga sekarang perlu mencatat siapa-siapa yang memperlakukan hukum untuk kepentingan mereka sendiri sehingga pada waktunya kita meminta keadilan terhadap apa yang mereka lakukan. Termasuk kepada saudara Ahmad Dhani kepada tokoh-tokoh lain, yang saya kira ini adalah upaya untuk membungkam sikap kritis kemerdekaan berserikat berkumpul berpendapat yang dijamin oleh konstitusi kita," imbuh Fadli.

Oleh sebab itu, Waketum Gerindra itu pun menilai hukum makin tajam kepada lawan politik pemerintah. Hukum, menurutnya, telah menjadi alat kepentingan dan permainan politik.

"Karena saya yakin seyakin-yakinnya saya, Saudara Buni Yani adalah orang yang tidak bersalah dan seharusnya dibebaskan," ujar Fadli.

"Allahu Akbar," timpal jemaah di masjid.

"Tidak boleh diperlakukan seperti seorang yang bersalah dan melawan hukum. Saudara Buni Yani sendiri sudah melakukan muhabalah juga ketika itu kalau tidak salah karena dituduh melakukan editing terhadap video," lanjut Fadli.


Dia pun meminta para jemaah yang hadir mengawal terus kasus yang menimpa Buni Yani. Mengingat saat ini kekuasaan ada di tangan pro-Presiden Jokowi.

"Memang kita dalam posisi sekarang ini tidak berkuasa karena memang kekuasaan ada di tangan mereka, apalagi jaksa agungnya juga dari parpol menkum HAM-nya juga dari parpol, kita agak sulit untuk tentu saja melakukan upaya-upaya politik karena mereka mencampuradukkan antara hukum dan politik," ujarnya.

Jadi bapak-bapak, ibu-ibu, para jemaah dari Al Barkah, terima kasih, dan terima kasih Pak Kiai memberikan saya sambutan, saya tidak nyangka juga harus bicara di sini. Saya datang sebagai wujud solidaritas kepada saudara Buni Yani. Saya juga ikut menyatakan sebagai pribadi dan pimpinan DPR, melihat kasus-kasusnya seharusnya saudara Buni Yani bebas dan tidak boleh dipersekusi," sambung Fadli.


Simak Juga 'Buni Yani Ngaku Berutang Budi kepada Ahmad Dhani':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/fjp)