"Di zaman milenium saat ini, kehadiran ormas adat ini sangat penting khususnya menjaga kultur budaya. Kultur adalah pilar dalam masyarakat. Kultur dan budaya Minahasa luar biasa hebat harus dijaga. Nah ormas adat ini berperan menjaga kultur tersebut," kata Kandouw dalam keterangan tertulis, Kamis (31/1/2019).
Ia menjelaskan beberapa kultur dan budaya Minahasa seperti budaya kerja keras dan Mapalus perlu dipertahankan. Menurutnya sebuah ormas tidak hanya dilihat soal jumlah banyaknya anggota, melainkan yang utama adalah kualitas ormas tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Kandouw pun optimistis ormas Loyot Maesaan Minahasa mampu memperkuat untuk mempertahankan budaya dan kultur hingga mensejahterakan masyarakat.
"Selamat berjuang, hal penting juga kiranya ormas adat Loyot Maesaan jangan jadi ormas intoleran. Kita harus kompak dan tetap menjaga kedamaian," ucapnya.
Sebagai informasi pelantikan ditandai dengan dilantiknya kepengurusan dan anggota Loyot Maesaan Minahasa untuk masa periode 2019-2022 oleh Fredy Wagey di Aula BPU Tondano. Adapun dalam kepengurusan di tingkat provinsi Ketua Umum Loyot Maesaan dijabat oleh Adriana Dondokambey.
Acara pelantikan ini turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat seperti Toar Palilingan, Kadis Pariwisata Minahasa Agustivo Tumundo, serta Ishak Pulukadang. (idr/idr)










































