Eks Bos Pertamina Karen Agustiawan Didakwa Ikut Bikin Rugi Negara Rp 568 M

Faiq Hidayat - detikNews
Kamis, 31 Jan 2019 14:02 WIB
Karen Agustiawan/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Eks Dirut Pertamina Karen Agustiawan didakwa ikut melakukan korupsi dalam investasi blok Basker Manta Gummy (BMG). Karen didakwa melawan hukum dalam investasi Pertamina sehingga menyebakan kerugian keuangan negara.

"Terdakwa Karen Galaila Agustiawan alias Karen Agustiawan telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan melawan hukum dengan mengabaikan prosedur investasi yang berlaku di PT Pertamina," ujar jaksa TM Pakpahan membacakan surat dakwaan Karen Agustiawan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2019).

Karen Agustian didakwa bersama sama, eks Direktur Keuangan Pertamina Ferederick S.T Siahaan, eks Manager Merger dan Akuisisi Pertamina Bayu Kristanto serta Legal Consul dan Compliance Pertamina, Genades Panjaitan.





Investasi Pertamina di Blok BMG dinilai jaksa melanggar prosedur investasi yang diatur dalam UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN dan ketentuan pedoman investasi lainnya.

"Dalam parcipating interest (PI) di Blok BMG tanpa adanya due diligence serta tanpa adanya analisa risiko yang kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan Sale Purchase Agreement (SPA) tanpa adanya persetujuan dari bagian legal dan dewan komisaris PT Pertamina sehingga memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yaitu memperkaya Roc Oil Company Limited (ROC) Australia sehingga merugikan keuangan negara Rp 568.066.000.000," ujar jaksa.

Dalam surat dakwaan diuraikan Pertamina tidak memperoleh keuntungan secara ekonomis lewat investasi di Blok BMG. Sebab sejak 20 Agustus 2010 ROC selaku operator di blok BMG menghentikan produksi dengan alasan lapangan tersebut tidak ekonomis lagi.

"Walau sejak 20 Agustus 2010, ROC telah menghentikan produksi di Blog BMG, namun berdasarkan SPA antara PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dengan ROC, PT PHE wajib membayar kewajiban biaya operasional )cash call) dari blok BMG Australia sampai dengan tahun 2012 sehingga hal tersebut menambah beban kerugian bagi PT Pertamina," papar jaksa

Karen didakwa dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 jo Pasal 18 ayat 1 huruf b UU Pemberanasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke -1 KUHP. (fai/fdn)