Pesan Syaugi ke Kabasarnas Baru: Pertahankan Response Time

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 31 Jan 2019 11:41 WIB
Foto: Eks Kabasarnas Marsekal Madya (Purn) M. Syaugi. (Eva-detikcom)
Foto: Eks Kabasarnas Marsekal Madya (Purn) M. Syaugi. (Eva-detikcom)
Jakarta - Marsekal Madya (Purn) M. Syaugi resmi menyerahkan jabatannya ke Marsdya Bagus Puruhito sebagai Kepala Badan Search and Rescue Nasional (Kabasarnas). Syaugi berpesan kepada Bagus agar terus meningkatkan segala aspek yang telah dicapainya, terutama waktu cepat tanggap.

"Beliau punya kapabilitas tentu bisa melaksanakan tugas berikutnya, saya harap bisa lebih maju lagi. Apa yang sudah dicapai sekarang bisa ditingkatkan lagi sehingga Basarnas makin dikenal dengan masyarakat karena profesionalismenya," kata Syauqi usai acara sertijab Kabasarnas di gedung Basarnas, Jalan Angkasa Pura, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (31/1/2019).


Menurut Syaugi, tidak perlu ada pembenahan secara signifikan yang harus dilakukan Bagus. Semua program yang menjadi kekurangan selama dirinya menjabat sudah dicapainya.

"Itu nanti, beliau (Bagus) yang rincikan. Kalau dari saya kan dulu ada empat hal yang perlu ditingkatkan di zaman itu, pertama profesionalisme, kemudian sumber daya manusia, mekanisme, yang keempat kekompakan. Ini keempatnya sudah saya capai semua. Nanti tinggal kepala badan yang baru melihat apa yang perlu ditingkatkan kembali. Sehingga tugas tadi semakin optimal dan profesional," ucapnya.

Syaugi meminta Bagus agar tetap meningkatkan capaiannya tersebut. Terutama soal response time.

"Yang perlu dicatat apa? Response time (waktu cepat tanggap) selama saya menjabat tidak pernah lebih dari 30 menit. Itu memang SOP kita. Itu saya pertahankan terus, mudah-mudahan selanjutnya bisa," ujarnya.

Syauqi yang telah memasuki masa pensiun mengatakan akan memberikan waktu kepada keluarganya, termasuk momong cucu. "Setelah ini saya mau MC, momong cucu. Sekarang kita nikmati hidup dulu," ujarnya.


Syaugi mengatakan banyak pengalaman yang didapatnya selama hampir dua tahun menjabat sebagai pimpin Basarnas. Seluruh kisah dan pengalamannya juga dituangkan dalam sebuah buku yang ditulisnya.

Buku itu berjudul 'Bekerja Dengan Hati'. Ia berharap hadirnya buku tersebut dapat dijadikan suatu acuan kepada seluruh tim penyelamatan agar tetap bekerja dengan sepenuh hati dalam menolong keselamatan manusia.

"Setelah serah terima jabatan tadi saya meluncurkan buku bekerja dengan hati, jadi memang segala sesuatu kita itu harus bekerja dengan hati, disamping prosedur yang benar, tapi kerja dari hati itu lebih penting menurut saya, sehingga kita bisa menuntaskan semua pekerjaan," tuturnya.

Sementara, Bagus mengatakan pekerjaan awal yang akan dilakukan adalah dengan meminta seluruh informasi dari seluruh jajaran Basarnas dan stakeholder terkait. Dia juga telah menerima masukan dari M. Syaugi.

"Tentunya saya akan mendengarkan semua informasi yang ada, dari situ nanti saya akan memberikan langkah selanjutnya. Saya sudah berbicara panjang lebar dengan Pak Syaugi apa yang sudah dan apa yang belum," tuturnya.

Bagus menuturkan seluruh mekanisme dan profesionalisme yang menjadi tanggung jawab Basarnas sudah dicapai dengan baik oleh M. Syaugi. Sehingga target ke depan, pihaknya akan terus meneruskan kinerja tersebut dengan bekerja sama dengan pihak terkait.

"Karena apa yang sudah dilakukan oleh Pak Syaugi sudah sangat baik dan sudah sangat berhasil. Kita juga sudah ketahui bahwa basarnas tugasnya sangat mulia dalam kemanusiaan. Dan tentu menyangkut stakeholder yang lain. TNI dan Polri dan organisasi lain dan bahkan negara-negara lain untuk bekerja sama dalam melaksanakan misi-misinya," katanya.

Simak Juga 'Tonton Blak Blakan Kabasarnas M Syaugi soal Minimnya Alat dan SDM':

[Gambas:Video 20detik]

(eva/idh)