detikNews
Rabu 30 Januari 2019, 17:40 WIB

5 Fakta Said Aqil Siroj

Tim Detikcom - detikNews
5 Fakta Said Aqil Siroj 5 Fakta Said Aqil Siroj/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Said Aqil Siroj melontarkan pernyataan heboh baru-baru ini. Siapa Said Aqil? Apa saja faktanya?

Said Aqil lahir di Cirebon pada 3 Juli 1953. Berikut fakta Said Aqil dikutip dari situs resmi NU.



1. Tumbuh di Lingkungan Pesantren

Said Aqil muda tumbuh dalam tradisi dan kultur pesantren. Dari ayahnya dia mempelajari ilmu-ilmu dasar keislaman.

Ayah Said Aqil merupakan putra Kiai Siroj, yang masih keturunan dari Kiai Muhammad Said Gedongan. Kiai Said Gedongan merupakan ulama yang menyebarkan Islam dengan mengajar santri di pesantren dan turut berjuang melawan penjajah Belanda.

Said Aqil remaja kemudian belajar di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Kemudian dia melanjutkan kuliah di Universitas Tribakti yang lokasinya dekat dengan Pesantren Lirboyo.

Namun kemudian ia pindah ke Yogyakarta untuk belajar di Pesantren Al-Munawwir, Krapyak dibawah bimbingan KH Ali Maksum (Rais Aam PBNU 1981-1984). Selain mengaji di pesantren Krapyak, ia juga belajar di IAIN Sunan Kalijaga. Saat itu KH Ali Maksum menjadi guru besar di kampus yang saat ini sudah bertransformasi menjadi UIN itu.

2. Kerja di Toko Karpet

Belum puas belajar di luar negeri, Said Aqil belajar di Universitas King Abdul Aziz dan Ummul Qurra, dari sarjana hingga doktoral. Dia ditemani istrinya, Nurhayati, pada tahun 1980.

Namun di Makkah, setelah anaknya lahir, Said Aqil harus mendapatkan tambahan dana untuk menopang keluarga. Ia kemudian bekerja sampingan di toko karpet besar milik orang Saudi di sekitar tempat tinggalnya. Di toko ini, Kang Said bekerja membantu jual beli serta memikul karpet untuk dikirim kepada pembeli yang memesan. Keluarga kecilnya juga sering berpindah-pindah untuk mencari kontrakan yang murah.

Dia lantas menyelesaikan karya tesisnya di bidang perbandingan agama: mengupas tentang kitab Perjanjian Lama dan Surat-Surat Sri Paus Paulus. Setelah 14 tahun hidup di Makkah, ia menyelesaikan studi S-3 pada 1994, dengan judul: Shilatullah bil-Kauni fit-Tashawwuf al-Falsafi (Relasi Allah SWT dan Alam: Perspektif Tasawuf).

3. Sahabat Gus Dur

Ketika bermukim di Makkah, ia juga menjalin persahabatan dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Gus Dur juga sering berkunjung ke kediaman Said Aqil Siroj.

Said Aqil juga sering diajak Gus Dur untuk sowan ke kediaman ulama terkemuka di Arab, salah satunya Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki. Setelah Said Aqil mendapatkan gelar doktor pada 1994, ia kembali ke Indonesia. Kemudian Gus Dur mengajaknya aktif di NU dengan memasukkannya sebagai Wakil Katib 'Aam PBNU dari Muktamar ke-29 di Cipasung.

Setelah lama akrab dengan Gus Dur, banyak kiai yang menganggap Kang Said mewarisi pemikiran Gus Dur. Salah satunya disampaikan oleh KH Nawawi Abdul Jalil, Pengasuh Pesantren Sidogiri, Pasuruan, ketika kunjungannya di kantor PBNU pada 25 Juli 2011.

4. Ketua PBNU Dua Periode

Said Aqil terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama (PBNU) periode 2010-2015 dalam Muktamar ke-32 Nahdlatul 'Ulama (NU) di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan. Dia unggul dari rivalnya Slamet Effendi Yusuf.

Kemudian, pada Muktamar NU Ke 33 di Jombang, Said Aqil kembali terpilih sebagai Ketua Umum PBNU untuk periode kedua (2015-2020).Dia meraih kemenangan dari kandidat lainnya As'ad Said Ali dan Salahudin Wahid.

5. Pilih Tak Ambil Pusing atas Pernyataannya

Terbaru, Said Aqil Siroj menyadari banyak orang yang marah terkait pernyataannya mengenai 'imam masjid dan khatib harus dari NU'. Said Aqil memilih 'tak ambil pusing'.



Ini Penjelasan Said Aqil soal Ceramah 'Imam Masjid, KUA Harus dari NU', Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]



(nwy/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed