Tawuran itu bukan yang pertama kalinya. Sebelum-sebelumnya, tawuran sering terjadi di lokasi yang sama. Untuk mencegah kejadian terus berulang, polisi membuka posko di sekitar lokasi.
"Kita sudah buat posko, pos pemantau, di samping Jalan Rambutan, itu dekat TKP (TKP tawuran di Jalan Saharjo) untuk memantau itu. Kita tempatkan anggota di situ gabung sama Satpol PP, Koramil," kata Eko kepada detikcom, Selasa (29/1/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama Januari 2019, tawuran di lokasi sudah dua kali terjadi. Terakhir, tawuran berlangsung pada Senin (28/1) malam dan dibubarkan polisi dengan tembakan gas air mata.
"(Tawuran) itu sekitar jam 22.00 WIB. Kejadiannya berlangsungnya sekitar 5 menit. Begitu dapat laporan, kita langsung bergerak ke sana, termasuk dari (Polsek) Setia Budi, juga dari arah Minangkabau, itu langsung membubarkan. Juga kita sempat tembakkan gas air mata biar bubar," ungkap Eko.
Massa yang terlibat tawuran membawa senjata tajam, stik golf, dan petasan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Eko menyebut massa yang terlibat tawuran masih remaja dan tidak membawa kendaraan. Tidak ada orang yang ditahan atas aksi tawuran itu. Polisi juga masih menyelidiki motif dan asal massa yang terlibat tawuran itu.
"Tawuran sudah dua kali di situ. Yang pertama itu seminggu lalu, nah sekarang ini yang kedua," kata Eko.
Tawuran ini sempat divideokan oleh warga dan menjadi viral di media sosial. Dalam video berdurasi 14 detik itu, tampak kedua kelompok saling menyerang dengan melempar batu. Mereka juga membawa senjata tajam.










































