Pemerintah Undang DPR Hadiri Penyerahan Senjata GAM
Selasa, 13 Sep 2005 13:35 WIB
Jakarta - Pemerintah akan mengundang DPR untuk menyaksikan penyerahan senjata Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tahap pertama yang dijadwalkan dimulai 15 September 2005. Pemerintah optimistis GAM akan menepati janjinya untuk menyerahkan 25 persen senjatanya pada tahap itu. "Pada penyerahan senjata 15 September akan dilakukan upacara di mana pemerintah akan mengundang pihak DPR untuk hadir juga," kata Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil usai meet the press di kantor Menkominfo, Jalan Medan Metrdeka Barat, Jakarta, Selasa (15/9/2005). Penyerahan senjata GAM tahap pertama akan dilakukan selama 3 hari yakni 15,16, dan 17 September 2005. Ditargetkan pada saat itu 25 persen atau 210 senjata GAM akan diserahkan. Total senjata GAM diperkirakan sebanyak 840 pucuk. Tempat penyerahan senjata akan dilakukan di tiga titik yakni Aceh Besar, Pidie, Bireuen.Sebelum penyerahan senjata itu, pada 14 September 2005, Mabes Polri akan menarik 1.200 Brimob dari Aceh. Kemudian bila target 25 persen senjata tercapai, setelah tanggal 15 September, sebanyak 25 persen kekuatan TNI akan ditarik. "Jadwal penyerahan senjata selanjutnya akan dilakukan pada Desember," kata Sofyan. Kondisi Aceh, kata Sofyan, saat ini aman meskipun sempat terjadi insiden penembakan terhadap dua orang anggota TNI. Sofyan yakin insiden itu tidak akan mengganggu proses penyerahan senjata.Kasus itu kini tengah diteliti Aceh Monitoring Mission (AMM). Hasil penelitian akan disampaikan kepada pemerintah untuk menghindarkan kasus serupa terjadi. Sekarang ini, kata Sofyan, sudah tiga batalyon polisi ditarik dari Aceh. Sementara jumlah anggota GAM yang sudah turun gunung 3 ribu orang. Mereka umumnya sudah kembali membaur dengan masyarakat dan telah menanggalkan senjatanya.
(iy/)











































