Kenaikan BBM Sebelum Puasa Sengsarakan Rakyat Kecil

Kenaikan BBM Sebelum Puasa Sengsarakan Rakyat Kecil

- detikNews
Selasa, 13 Sep 2005 13:32 WIB
Jakarta - Pemerintah berencana menaikkan harga BBM sebelum puasa. Tapi hal itu diyakini akan menimbulkan kesengsaraan rakyat, karena akan memicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok."Pemerintah harus responsif terhadap situasi dan kondisi. Kenaikan BBM sebelum puasa hanya akan menambah beban rakyat yang akan menunaikan ibadah puasa," kata Wakil Ketua DPR dari PDIP Soetardjo Surjogoeritno di gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (13/9/2005).Soetardjo menilai, jika pemerintah tetap ngotot menaikkan harga BBM sebelum puasa berarti pemerintah sudah meninggalkan tugasnya untuk menyejahterakan rakyat. Menurutnya tindakan itu tidak bijaksana. "Tidak bijaksana kalau BBM tetap dinaikkan sebelum puasa," tegasnya.Dalam pandangan politikus gaek ini, sudah sepantasnya jika pemerintah saat ini lebih fokus pada upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat menjelang puasa Ramadan, Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.Sementara itu anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Chairul Sholeh Rasyid meminta pemerintah meninjau ulang rencana kenaikan itu. Menurutnya sebelum menaikkan harga BBM, pemerintah harus menyelesaikan terlebih dahulu persoalan Pertamina dengan mengaduit penyelewengan yang terjadi di sana.Sedangkan anggota DPR dari Partai Golkar Yudi Krisnandi meminta pada partai politik termasuk Golkar untuk tidak mendesak pemerintah segera menaikkan BBM. Dalam pandangannya, tugas parpol adalah memberikan pertimbangan dan mengontrol pemerintah.Mengenai kenaikan BBM sebelum puasa, Yudi meminta hal itu ditinjau ulang, sebab kenaikan BBM sebelum puasa dipastikan akan menaikkan inflasi barang kebutuhan pokok sehingga akan membebani masyarakat.Dalam kesempatan itu Yudi Krisnandi mendesak pemerintah menindak tegas para penyelundup BBM termasuk yang berada di lingkungan Pertamina. "Penanganan penyelundupan BBM ini harus dipimpin langsung presiden dan menteri terkait," pintanya. (san/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads