Pria Berkursi Roda dan Anaknya Bajak Pesawat
Selasa, 13 Sep 2005 11:26 WIB
Jakarta - Kekecewaan memang bisa mendorong kenekatan. Seorang pria berkursi roda dan anak laki-lakinya membajak pesawat terbang dengan bersenjatakan dua granat. Sang ayah lumpuh akibat peluru nyasar polisi saat operasi penyerbuan antinarkoba sekitar 14 tahun lalu. Sejak itu, pria tersebut terus menuntut ganti rugi, namun tidak juga berhasil. Karena kecewa tuntutannya tidak dipenuhi, dia bersama putranya membajak pesawat The Aires di Bogota, Kolombia. Namun pembajakan yang berlangsung selama lima jam itu berakhir tanpa korban jiwa.Ayah dan anak tersebut menyerah secara damai setelah mengizinkan semua penumpang dan awak pesawat untuk meninggalkan pesawat. Senator Carlos Moreno, yang membantu bernegosiasi dengan pembajak, mengatakan bahwa cek senilai US$ 43.000 diserahkan kepada pembajak.Pesawat yang mengangkut 20 penumpang dan 5 kru itu bertolak dari kota Florencia, Kolombia selatan, dan mendarat di Bogota. Demikian disampaikan Kepala Angkatan Udara Kolombia Jenderal Edgar Lesmez, seperti diberitakan Associated Press, Selasa (13/9/2005).Kedua pembajak tersebut diidentifikasi sebagai Porfirio Ramirez (42) dan putranya, Linsen Ramirez (22). Keduanya diyakini sebagai warga biasa, bukan sebagai anggota kelompok bersenjata tertentu.Jaksa Agung Kolombia Mario Iguaran mengatakan bersimpati atas masalah yang dialami Ramirez. Namun bagaimanapun dia harus diadili. "Sayangnya dia harus dibawa ke pengadilan," tandasnya. Jika terbukti bersalah, Ramirez bisa diancam hukuman penjara antara 25 hingga 40 tahun.
(ita/)











































