DetikNews
Senin 28 Januari 2019, 11:40 WIB

Cuaca Buruk, Kapal Kargo Terdampar di Pantai Makassar

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Cuaca Buruk, Kapal Kargo Terdampar di Pantai Makassar
Makassar - Cuaca buruk dan banjir besar menghantam wilayah Sulsel dalam seminggu ini. Cuaca buruk di perairan Makassar membuat kapal logistik Ayu 88 terdampar di Pantai Makassar.

Kapal itu terdampar di sekitar Pantai Anging Mammiri. Kapal berwarna oranye ini sedianya hendak menuju ke Pantai Reklamasi Makassar untuk memuat barang. Malang, ombak besar dan angin kencang menyeret kapal ini sejauh 3 kilometer menuju pinggiran pantai.

Pantauan di lapangan, Senin (28/1/2019), kapal ini masih bersandar di bibir pantai. Kapal ini terlihat miring sedikit ke kanan dan sampah-sampah kayu memenuhi sisi kapal. Di atas kapal, terlihat beberapa awak masih berada geladak untuk menjaga kapal ini.

Tidak ada muatan yang terlihat di atas kapal ini, hanya beberapa ekor hewan seperti anjing dan ayam yang berkeliaran di geladak.

"Sudah seminggu ini kapal terdampar di sini karena dibawa oleh ombak besar saat hujan minggu lalu," ujar Ramlah yang rumahnya tidak jauh dari kapal karam ini.

Ramlah mengatakan, awalnya kapal ini terlihat berada di jauh di laut sekitar tanggal 22 Januari lalu. Namun angin kencang dan ombak besar membuat kapal yang berasal dari Samarinda ini semakin mendekat ke daratan.

"Kami warga sudah mau siap siap lari itu karena takutnya tabrak rumah kami. Tapi untungnya tidak," kisahnya.

Sementara itu, seorang awak kapal yang enggan disebut namanya mengatakan kapal ini berlayar dari Samarinda sekitar tanggal 19 Januari 2019. Kapal ini berlayar untuk memuat barang di dermaga dan pantai reklamasi Makassar.

"Baru saja tiba lalu cuaca buruk. Kapal kami diseret ke sini. Ini sudah seminggu kapal di sini" terangnya.

Pria asal Kalimantan Selatan ini mengatakan saat ini mereka menunggu kapal tugboat dari Kalimantan untuk menarik kapal ke tengah laut. Kapal itu saat ini sedang dalam perjalanan menuju Makassar.

"Semoga bisa cepat ditarik dari pantai. Ini juga kita mennunggu air pasang sehingga kapal gampang ditarik," ungkapnya.


(fiq/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed