Dinkes Semarang Pantau Keluarga Rini Dina Seminggu
Selasa, 13 Sep 2005 05:28 WIB
Semarang - Ganasnya penyakit flu burung agaknya tak membuat semua orang atau lembaga pemerintah panik. Dinkes Semarang, misalnya, yang hanya memantau keluarga korban ketiga flu burung almarhum Rini Dina Prihartiningsih selama seminggu.Kepala Dinkes Kota Semarang Hadiwibowo kepada detikcom menyatakan, almarhum meninggal di Jakarta. Sehingga meski jenasahnya dimakamkan di Semarang, kecil kemungkinan ada orang yang terjangkiti penyakit serupa."Masa inkubasi penyakit flu burung itu seminggu. Jadi kita pantau keadaan keluarga selama itu. Kalau dalam seminggu tidak ada apa-apa ya berarti aman," katanya ketika dihubungi melalui ponselnya, Selasa (13/9/2005).Hadiwibowo menjelaskan, dirinya sudah memerintahkan stafnya untuk bertandang ke rumah keluarga almarhum Rini di Jalan Badak VI No 3 Semarang. Dia meminta stafnya agar memantau kondisi kesehatan anggota keluarga mulai hari ini.Lebih jauh ia menjelaskan, kalau ada anggota keluarga yang mengeluh sakit flu, panas tinggi dan batuk, pihaknya segera bertindak. "Apalagi kalau sudah mulai sesak nafas, itu berarti flu burung memang sudah menular," imbuhnya.Mengenai pembukaan tutup jenasah saat dimakamkan, Minggu (11/9) kemarin, Hadiwibowo tidak mengkhawatirkannya. Pasalnya, hingga saat ini belum ada kepastian soal benar tidaknya Rini meninggal karena flu burung."Specimen darahnya kan masih diteliti di Hongkong. Belum ada yang memastikan almarhum tertular flu burung," katanya.Untuk antisipasi, lanjutnya, anggota keluarga atau orang yang merasa punya kontak dengan jenazah almarhum, dipersilahkan cek darah. "Termasuk juru kunci pemakaman," ujar Hadiwibowo.
(ddn/)











































