DetikNews
Kamis 24 Januari 2019, 15:30 WIB

Inas Hanura: Said Didu Sakit Hati Dipecat, Jadi Produksi Hoax soal Esemka

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Inas Hanura: Said Didu Sakit Hati Dipecat, Jadi Produksi Hoax soal Esemka Inas Nasrullah (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Mantan sekretaris BUMN, Said Didu, mengkritik proyek mobil Esemka yang didengungkan Presiden Joko Widodo itu fiktif alias 'bohong'. Hanura heran atas ulah Said Didu itu.

"Mengherankan kalau Said Didu, yang bukan lain adalah mantan sekretaris BUMN dan staf khusus Menteri ESDM era Sudirman Said itu, ujug-ujug ngoceh dan ngomel soal mobil Esemka, padahal dia sangat terobsesi terhadap mobil Esemka akibat dipecat dari jabatannya sebagai Komisaris PT Bukit Asam Tbk," ujar Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir kepada wartawan, Rabu (24/1/2019).


Inas menilai kritik yang dilontarkan Said Didu itu dilatarbelakangi rasa sakit hati lantaran dipecat dari jabatannya sebagai komisaris di PT Bukit Asam Tbk. Hal itulah yang kemudian membuat Said Didu menebarkan kebohongan soal mobil Esemka.

"'Sakitnya Tuh di Sini' begitulah judul lagu yang didendangkan oleh Cita Citata yang mungkin juga didendangkan oleh Said Didu di dalam benaknya sambil menunjuk ke hatinya sendiri akibat pemecatannya dari PTBA, yang bisa jadi juga satu-satunya mata pencariannya selama ini," tuturnya.

"Saking sakitnya perasaan Said Didu, membuat dia memproduksi hoax tentang Esemka, yang dia sebut sebagai proyek mobil nasional (mobnas)-nya Jokowi, padahal pada saat Esemka diperkenalkan pada tahun 2012, Jokowi belum menjadi Presiden Indonesia, melainkan Wali Kota Solo yang tidak punya kewenangan membuat kebijakan mobil nasional," imbuh Inas.


Sebelumnya, Said Didu mengkritik mobil Esemka yang digaungkan Jokowi hanya karangan belaka atau 'bohong'. Said mengatakan hal itu karena sampai saat ini tidak terlihat wujud mobil Esemka tersebut. Lalu, menurutnya, Indonesia juga belum memiliki landasan dasar untuk membuat mobil, seperti logam dan desain.

Inas pun menegaskan mobil yang pertama kali diperkenalkan pada 2012 itu bukan fiktif. Dia kemudian mengingatkan bagaimana Jokowi bisa memperkenalkan mobil Esemka. Saat itu, Jokowi, yang menjabat Wali Kota Solo, mengetahui ada mobil rakitan siswa SMK Negeri 1 Solo yang patut diapresiasi dan didukung oleh pemerintah.

"Seorang pemilik bengkel mobil bernama Sukiyat yang juga pengajar di SMK Negeri 1 Solo, di mana pada saat itu memperoleh kiriman 1 unit mobil contoh yang belum dirakit dari PT Solo Manufaktur Kreasi, yang kemudian digunakan sebagai bahan praktikum siswa-siswa SMK Negeri 1 Solo. Hasil karya siswa-siswa SMK Negeri 1 Solo ini didengar oleh Wali Kota Solo yang pada saat itu dijabat oleh Pak Jokowi, lalu sebagai kepala daerah yang peduli dan sadar akan tugasnya, maka Pak Jokowi memberikan dukungan agar mobil Esemka tersebut dapat diproduksi secara komersial," papar Inas.

"Pada saat itu banyak kalangan yang antusias dan mendukung perakitan mobil Esemka karya siswa-siswa SMK Negeri 1 Solo tersebut, di mana salah satunya adalah Rizal Ramli, tapi ndilalahnya setelah kegagalan uji emisi tahun 2012, semua pada balik badan meninggalkan Pak Jokowi sendirian, lalu Said Didu saat itu ke mana aja? Kok mingkem?" imbuh dia.


Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu.
(mae/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed