Persentase Split Voters Masih Tinggi, NasDem Bicara Strategi Kampanye

Persentase Split Voters Masih Tinggi, NasDem Bicara Strategi Kampanye

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Rabu, 23 Jan 2019 19:53 WIB
Foto: Johnny G Plate. (Nur Azizah/detikcom).
Foto: Johnny G Plate. (Nur Azizah/detikcom).
Jakarta - Hasil survei Indikator menunjukkan bahwa persentase alih suara (split ticket voting) di Koalisi Indonesia Kerja (KIK) masih cukup tinggi, terutama di PPP, Hanura, dan Golkar. Sekjen NasDem Johnny G Plate lalu bicara soal strategi kampanye melalui rapat terbuka hingga iklan politik.

Hal tersebut disampaikan Sekjen Partai Nasdem Johnny G Plate. Johnny awalnya menyebut kesolidan partainya serta PDIP dan PKB dalam mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Menurut Johnny, besarnya suara terbelah dari Hanura, PPP, dan Golkar karena ada konflik internal partai.



"Kalau kita lihat NasDem jelas dari awal itu 'Jokowi Presidenku, NasDem Partaiku'. Tagline itu setidaknya memberikan kepastian kepada pendukung NasDem di daerah untuk solid memberikan dukungan kepada Joko Widodo. Demikian juga PDIP. Yang kita lihat menarik saat ini PKB juga sudah semakin solid. Hanura, PPP, dan Golkar kita ketahui di saat awal memang secara internal kan ada persoalan masing-masing di 3 partai ini," kata Johnny di kantor Indikator, Jalan Cikini V, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2019).

"Karena itu maka fokus untuk konsolidasi internal di bulan-bulan awal itu jelas tantangannya besar. Tapi sekarang penetrasi politik dan masalah di internal sudah diselesaikan, saya kira soliditas internal partai itu akan memberikan dampak dan berpuncak pada bulan-bulan terakhir kampanye," imbuhnya.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini menyatakan koalisinya akan menggelar rapat terbuka pada awal bulan Maret 2019. Ia juga menegaskan 9 partai KIK akan bekerja secara masif untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf.



"Kita mulai akhir Maret akan mulai rapat terbuka, akan melakukan iklan-iklan politik, penggunaan internet, sebagaimana amanat UU, dengan media-media cetak maupun elektronik. Saat itu nanti, secara masif koalisi 9 partai ini akan bekerja untuk memastikan Pak Jokowi-Ma'ruf basis elektoral elektabilitasnya dipertahankan atau kalau bisa ditingkatkan. Kami sih sampai saat ini secara internal membuat analisa itu masih cukup yakin bahwa keunggulan itu dapat dipertahankan," tegasnya.

Lembaga survei Indikator merilis hasil survei terkait pemilih dari parpol yang memberikan suara kepada pasangan calon yang bukan diusung partainya (split ticket voting). Hasilnya, pemilih PPP, Berkarya, dan Partai Demokrat (PD) paling banyak yang split voters.

Survei dilakukan pada 16-26 Desember 2018 terhadap 1.220 responden. Populasinya seluruh warga yang memiliki hak pilih. Survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error survei +/- 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berikut ini persentase konstituen partai Koalisi Indonesia Kerja yang memilih Prabowo-Sandi:

PDIP: 6,0 persen
Partai Golkar: 31,2 persen
PKB: 27,0 persen
Partai NasDem: 27,8 persen
PPP: 43,2 persen
Partai Hanura: 39,6 persen
Partai Perindo: 27,9 persen
PSI: 8,1 persen
PKPI: 0,0 persen

Berikut ini persentase konstituen partai Koalisi Indonesia Adil Makmur yang memilih Jokowi-Ma'ruf:

Partai Gerindra: 14,1 persen
PKS: 21,1 persen
PAN: 26,0 persen
Partai Demokrat: 40,5 persen
Partai Berkarya: 42,1 persen

Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di detik.com/pemilu! (azr/bag)