Asli Garut, Begini Perjalanan Herman hingga Jadi Tukang Cukur Jokowi

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 23 Jan 2019 17:05 WIB
Foto: Herman, tukang cukur Jokowi (Yulida Medistiara/detikcom)
Foto: Herman, tukang cukur Jokowi (Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta - Herman banyak mendapat sorotan usai aksi mencukur rambut Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Garut. Herman telah menjadi kepercayaan Jokowi sejak menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Bagaimana kisah perjalanan kariernya hingga jadi tukang cukur Jokowi?

Herman menyebut orang tuanya juga merupakan tukang cukur dan memiliki usaha pangkas rambut di daerah Jakarta Timur. Awalnya ia belajar secara turun menurun menjadi tukang cukur pada tahun 2000. Selanjutnya pada 2002 ia mulai berprofesi sebagai tukang cukur di tempat orang tuanya.

"Ya kan karena orang tua ada punya di sini juga pangkas rambut pinggir jalan gitu biasa. Jadi (dulu) ngikut orang tua. Belajarnya otodidak secara turun-temurun gitu," kata Herman, saat ditemui di Shortcut Barberia, Grand Indonesia, Jl Mh Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (23/1/2019).

Jokowi saat ikut acara cukur massal di GarutJokowi saat ikut acara cukur massal di Garut (Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Perjalanan kariernya menjadi tukang cukur terus berlanjut hingga akhirnya pada tahun 2013 ia pindah ke Shortcut di Grand Indonesia. Herman menyebut awalnya anak bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep menyarankan Jokowi memotong rambut di tempatnya bekerja.

"Waktu pertama kali barbershop buka ini tahun 2013, kebetulan Mas Kaesang mungkin lewat ke sini nyobain potong rambut di sini. Mungkin karena beliau juga masih baru di Jakarta pertamanya itu aja sih. Kaesangnya dulu, kemudian Bapak Jokowi kan masih menjabat Gubernur masih (baru) dilantik, terus masih pertama kali lah di Jakarta masih baru gitu, masih belum menemukan tukang potong rambut untuk yang di Jakarta. Setelah itu direkomendasikan sama putera beliau Mas Kaesang," kata Herman.

Atas saran dari Kaesang itu, staf Jokowi menghubungi barbershop tersebut. Selanjutnya karena dianggap senior di tempat kerjanya, Herman ditugaskan untuk mendatangi rumah dinas Gubernur DKI Jakarta.
Pertemuan itu merupakan kisah pada awal mulanya berkenalan dengan Jokowi. Selanjutnya Herman kerap diminta kembali lagi ke rumah dinas yang berlokasi di Jl Taman Suropati itu, hingga saat ini 6 tahun Jokowi menjadi langganannya.

"Ya mungkin untuk dipanggil lagi ya suka. Tapi beliau berpesannya kalau bisa yang jangan mengganggu kerjaan, maksudnya jangan mengganggu kerjaan saya datang ke sananya gitu. Kalau setelah pulang kerja, gitu aja sih beliau pesannya. Jadi beliau nggak mau mengganggu kerjaan saya di sini untuk datang ke sana," ungkap Herman.

Herman mengaku hanya beberapa kali saja datang ke rumah dinas tersebut, karena setelah itu Jokowi tak lama sebagai Gubernur DKI Jakarta. Herman mengaku bangga bisa mencukur rambut orang nomor satu di Indonesia itu. Ia menyebut sempat grogi pada saat awalnya mencukur rambut Jokowi.
Sejak 2013, Herman membuka toko di Grand IndonesiaSejak 2013, Herman membuka toko di Grand Indonesia (Yulida Medistiara/detikcom)
"Kesannya ya bangga, senang bisa motong rambut kepala negara. Senang aja gitu aja. Awal awalnya ya lumayan. (saat jadi) Gubernur pertama grogi. Nah terus pas masuk ke Istana grogi lagi. Mungkin suasananya beda lagi," ungkapnya.

Menurutnya orang tuanya juga bangga Herman bisa mencukur rambut Jokowi. Apalagi mayoritas masyarakat di kampungnya di Garut juga berprofesi sebagai tukang cukur.

"Tanggapan keluarga bangga semuanya, kan keluarga di kampung sana, bangga sama saya, alhamdulillah," kata Herman.
Momen Jokowi cukur rambut yang ramai dibahas ini terjadi pada Sabtu (19/1/2019) di Danau Situbagendit, Garut, Jawa Barat. Jokowi berpartisipasi di acara cukur massal.

Pemangkas rambut Jokowi bernama Herman. Dia adalah tukang cukur langganan Jokowi yang merupakan warga Bantarjati, Garut. Jadi sebenarnya bisa dikatakan Herman adalah tukang cukur asgar, alias asli Garut. (yld/jbr)