Kwik Kian Gie-Yusril Hadiri Peluncuran Buku Megawati 'The Brave Lady'

Indra Komara - detikNews
Rabu, 23 Jan 2019 13:36 WIB
Launching buku Megawati 'The Brave Lady'. (Indra Komara N/detikcom)
Jakarta - Dalam rangka HUT ke-72, Ketum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri merilis buku berjudul 'The Brave Lady'. Buku ini berisi cara pandang para menteri Kabinet Gotong Royong dalam kepemimpinan Megawati sebagai Presiden RI ke-5.

"Para menteri Kabinet Gotong Royong yang memiliki mata hati yang sama dan tergabung dalam pertemuan rutin: Arisan Paguyuban Nusantara, memberikan pandangannya atas kepemimpinan presiden ke-5 tersebut," ujar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan tertulis, Rabu (23/1/2019).


Pantauan detikcom, dalam peluncuran ini, turut hadir Wapres RI 2001 Hamzah Haz. Para menteri terdahulu yang hadir antara lain mantan Menteri Koordinator Ekonomi dan Keuangan Kwik Kian Gie, mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, mantan Menteri Keuangan Boediono, hingga mantan Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga hadir.

Acara launching buku Megawati 'The Brave Lady'.Acara launching buku Megawati 'The Brave Lady'. (Indra Komara N/detikcom)

Peluncuran buku ini berlangsung di Hotel Sahid, Jakarta. Hasto memaparkan dinamika dan persoalan bangsa di bawah kepemimpinan Megawati dituangkan dalam buku 'The Brave Lady'.

"Di bawah kepemimpinannya, Indonesia keluar dari krisis multidimensi. Namun esensi pokok dari buku tersebut adalah tanggung jawab kepemimpinannya dan kepercayaan penuh yang diberikan kepada para menterinya. Suatu kepercayaan yang hanya muncul karena keyakinannya bahwa tugas sebagai mandataris MPR harus menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya," papar Hasto.

Selain peluncuran buku, dalam HUT Megawati ini digelar panggung pentas musik. Rencananya, Presiden dan Wapres RI, Jokowi-JK, akan hadir.

"Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan para sahabat dekat Megawati akan hadir dan menggelorakan semangat bangun pemudi pemuda untuk Indonesia Raya," terang Hasto. (idn/dkp)