Jadi Berita di Televisi, Suami Rini Dina Akan Surati KPI
Senin, 12 Sep 2005 12:06 WIB
Semarang -
Kaget dan bingung. Itulah yang dialami Agus Mardeo saat istrinya, Rini Dina, yang meninggal pada Sabtu malam, menjadi pemberitaan di televisi Minggu malam dan berita media cetak Senin pagi. Kekagetan Agus tambah menjadi-jadi karena Rini diberitakan meninggal diduga karena virus flu burung. "Saya bingung kalau ada berita istri saya terkena flu burung. Loh kok bisa kayak gini. Siapa yang memberi infomasi soal ini. Soalnya dari pihak rumah sakit sudah mengatakan istri saya meninggal karena pneumonia akut, dan sesuai kode etik seharusnya berita ini tidak keluar," protes Agus.Agus menyampaikan hal ini kepada wartawan yang menemui di rumah orang tua Rini di Jalan Badak VI No. 3 Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/9/2005).Ditegaskan Agus, pihak keluarga keberatan jika kematian Rini disebutkan diduga karena virus flu burung. Alasannya, pihak RS Internasional Bintaro yang merawat Rini sejak awal hingga mengeluarkan surat kematian, menyebutkan Rini terkena radang paru-paru (pneumonia) akut.Untuk itu, Agus berencana akan menyurati Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk meminta penjelasan dari mana media mendapatkan kabar seputar penyebab kematian Rini diduga karena flu burung."Saya tahu kalau Dina kena flu burung tadi malam saat televisi memberitakannya dan media massa yang terbit hari ini," ujar dia.Rini meninggal pada Sabtu (10/9/2005) pukul 20.55 WIB. Pada Minggu (11/9/2005) pukul 04.00 WIB, jenazah Rini dimasukkan ke dalam peti dan dibawa ke Semarang untuk dimakamkan. Rini merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara. Saat ini di Semarang tinggal ibunya, Ny Sardjito. Sementara ayah Rini sudah meninggal. Hingga kini keluarga masih berkumpul di Semarang setelah Minggu siang pukul 14.00 WIB mengebumikan Rini di TPU Cantung, Tegalsari, Semarang.
(jon/)










































