Polisi akan Periksa WN Jepang Pemilik Buaya 660 Kg Pemakan Manusia

Michale Dejonker - detikNews
Rabu, 23 Jan 2019 11:47 WIB
Buaya yang makan manusia diaotupsi (ist.)
Minahasa - Buaya 660 Kg yang makan orang, akhirnya mati. Buaya itu dipelihara di sebuah kolam di komplek perusahaan mutiara di Minahasa milik pengusaha WN Jepang, inisial OM.

"Kami akan tetap memeriksa pemilik CV Usaha, pengelola mutiara, WNA asal Jepang, minggu depan," kata Kapolres Tomohon AKBP Raswin Sirait kepada wartawan, Rabu (23/1/2019).

Untuk mengusut kasus ini, polisi menggunakan UU Konservasi. Sebab diduga WN Jepang itu memelihara buaya itu tanpa izin. Namun, polisi masih mendalami semua bukti yang ada.

"Hasil autopsi Desy Tuwo (perempuan yang dimakan buaya-red) belum ditemukan indikasi lain selain kecelakaan," ujar Raswin.


Buaya itu makan Desi pada Rabu (10/1). Setelah dievakuasi, Mery mati pada Minggu (20/1).

Sehari kemudian, pada Senin (21/1) buaya Mery dinekropsi untuk mengungkap penyebab kematiannya oleh dokter hewan Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki drh Dwielma Nubatonis dan drh Fahmi Agustiadi dibantu oleh Billy Lolowang dan Deity Mekel. Nekropsi ini disaksikan oleh pihak BKSDA dan pihak Polres Tomohon.


"Dugaan kematian buaya Mery adalah faktor dari awal rescue di Tombariri dan dibawa ke TWA (Tawan Wisata Alam) Batu Putih (Daops Manggala Agni) sudah mengalami drop, dan dugaan sementara adalah mengalami heat stroke. Selain itu, ditemukan akumulasi gas yang sangat banyak di organ lambung," demikian laporan tim dokter.

(asp/asp)