Videonya Viral, Petugas Damkar Jakut Cerita Momen Dimaki Saat Bertugas

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 23 Jan 2019 11:04 WIB
Foto: Viral video petugas damkar dimaki saat bertugas.
Jakarta - Beberapa waktu lalu sempat viral video petugas pemadam kebakaran Jakarta Utara dimarahi beberapa orang saat bertugas. Bagaimana ceritanya?

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (30/12/2018) ketika api melalap sebuah rumah di Jalan Manggar, Koja, Jakarta Utara. Dalam video yang viral terdengar suara beberapa orang dengan penuh emosi menyuruh petugas pemadam kebakaran masuk ke lokasi. Beberapa orang itu bahkan menghina para petugas 'makan gaji buta' karena lambat datang dan tidak cepat melakukan proses penanganan.

Video itu awalnya berasal dari akun YouTube salah satu petugas pemadam kebakaran Jakarta Utara bernama Fikri Naufal. Dia mengunggah video itu dengan judul 'DICACI MAKIPUN KAMI AKAN TETAP BERTUGAS! Jaya65! #10 Kebakaran Jakarta Utara' dan kini video di akunnya itu sudah ditonton lebih dari 203.000 kali.



Fikri mengisahkan peristiwa dimaki saat sedang hendak memadamkan kebakaran itu. Dia mengatakan kejadian tersebut hanya kesalahpahaman warga. Menurut Fikri, ia bersama timnya tidak sengaja memperlambat gerakan, melainkan menunggu aliran air lain.

Videonya Viral, Petugas Damkar Jakut Cerita Momen Dimaki Saat BertugasFikri Naufal, petugas damkar Jakut yang viral. (Eva Safitri/detikcom)


"Terus saya ditugasin sama komandan saya untuk posisi penyerangan di depan. Kita melewati gang sempit dan saya keluar sudah melihat petugas kami dan warga yang saling membantu untuk menarik selang untuk menyuplai air. Tapi saat itu air sudah menipis di tangki dan kendala memang terjadi di suplai air karena sumbernya jauh. Jadi kita sambil menunggu untuk mengambil air di got," ujar Fikri ketika ditemui di kantor Damkar Jakut, Jalan Semper Barat, Jakarta Utara, Selasa (22/1/2019).

Saat itu, petugas kesulitan menyedot air dari got karena debitnya yang kecil serta banyak sampah dan lumpur. Ketika itulah terjadi kesalahpahaman dengan warga.

"Saat itu warga salah paham. Jadi warga itu menyuruh kami untuk terus masuk, padahal airnya belum ada. Terus kami dicaci, dimaki, disiram dengan air. Sampai ada bapak-bapak yang mendorong salah satu dari kami untuk masuk. Terus dibilang makan gaji butalah, telat datanglah," ucapnya.



Caci maki itu tidak membuat emosi Fikri dan rekan-rekannya terpancing. Mereka memilih diam dan mencari cara untuk segera memadamkan kebakaran.

"Kami nggak emosi, biasa aja. Kita nggak menghiraukan warga yang emosi itu. Karena kami bertekad ingin sesegera mungkin memadamkan api. Nggak emosi sih, saya hanya kaget saja, sudah diam saja nggak pikir-pikir apa. Ibaratnya angin lalu sajalah, besok ya sudah lupa," kata Fikri, yang baru setahun jadi petugas pemadam kebakaran.



Selanjutnya
Halaman
1 2