DetikNews
Selasa 22 Januari 2019, 17:55 WIB

Mensos: Pembentukan Kampung Siaga Bencana Ditingkatkan 2 Kali Lipat

Yulida Medistiara - detikNews
Mensos: Pembentukan Kampung Siaga Bencana Ditingkatkan 2 Kali Lipat Menteri Sosial Agus Gumiwang saat berada di Seskoal. (Yulida Medistiara/detikcom)
Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pihaknya akan meningkatkan pembentukan kampung siaga bencana (KSB) menjadi dua kali lipat pada 2019. Agus mengatakan biasanya tiap tahun ada 100 KSB yang dibentuk Kemensos.

"Rencananya, di tahun 2019, kami akan meningkatkan pembentukan KSB yang ada di seluruh wilayah Indonesia dengan jumlah yang signifikan, barangkali 2-3 kali lipat," kata Agus saat memberikan kuliah umum di Kelas Gabungan Gedung Samadikun Seskoal, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (22/1/2019).


Dia mengatakan program ini sudah ada sejak 2014 dan terus meningkat tiap tahun. Hingga 2018, menurut Agus, sudah terbentuk 560 KSB, yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

Agus menyatakan pembentukan KSB ini ditujukan untuk membentuk kesiapsiagaan menghadapi bencana. Kesiapsiagaan itu antara lain dengan menanam pohon di wilayah rawan longsor.

"Tentu karena ini program KSB sehingga pada dasarnya kegiatan untuk kesiapsiagaan berkaitan mitigasi bencana, maka kegiatan itu kita arahkan ke sana. Misalnya, dengan melakukan upaya untuk penanaman-penanaman dari wilayah yang memang potensi rawan bencananya tinggi, seperti contoh daerah di Jabar teridentifikasi ada ratusan yang mempunyai daerah wilayah longsor," ujarnya.


Agus pun menyatakan bakal menanam pohon jenis tertentu di wilayah pesisir. Tujuannya mengurangi kerusakan jika terjadi gelombang pasang ataupun tsunami.

"Tentu juga untuk daerah pesisir ada tanaman tanaman yang memang terbukti bisa sangat efektif menjadi perisai apabila terjadi bencana walaupun tsunami. Kita lihat di daerah Banten dan Lampung ada rumah-rumah yang tersembunyi di belakang pohon ketapang. Rumah yang nggak ada perisai sama sekali dari pepohonan itu yang habis. Perlunya ada kegiatan vegetasi di seluruh wilayah termasuk di wilayah pesisir karena potensi tsunami itu besar sekali," ucap Agus.
(yld/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed